Destinasi Studi
watermark
SUN Education Group

/

News Id

/

Rumus Penggunaan To Be Dalam Bahasa Inggris dan Contohnya

Rumus Penggunaan To Be Dalam Bahasa Inggris dan Contohnya

Author:

Updated: 23 October 2025

Sering bingung kapan harus memakai is, am, atau are? Atau mungkin kamu sering ragu kapan menggunakan was dan were? Jangan khawatir, kamu tidak sendirian! 'To be' adalah salah satu kata kerja yang paling sering digunakan dalam bahasa Inggris, dan pemahaman yang baik tentangnya sangat penting agar kamu bisa berkomunikasi dengan lancar. Tanpa 'to be', kita tidak bisa mendeskripsikan seseorang, menyatakan keadaan, atau bahkan membentuk kalimat dalam tenses yang penting. Sebagai contoh, kalimat seperti “She is happy” atau “They were tired” membutuhkan to be agar maknanya jelas. Yang menarik, to be adalah salah satu kata kerja yang "unik". Bentuknya bisa berubah tergantung pada subjek dan waktu, menjadikannya salah satu kata kerja yang paling tidak teratur dalam bahasa Inggris. Dalam panduan lengkap ini, kita akan mengupas tuntas apa itu to be dan semua aturan penggunaannya agar kamu tidak bingung lagi.

Apa Sebenarnya 'To Be' Itu?

Kalau diterjemahkan secara harfiah, 'to be' artinya "adalah" atau "berada". Tapi jangan terjebak dengan terjemahan literal ya, karena dalam praktiknya, 'to be' punya peran yang jauh lebih kompleks dan menarik! Sederhananya, 'to be' adalah sebuah konsep kata kerja yang memiliki banyak bentuk. Bentuk dasarnya adalah 'be', tapi dalam penggunaan sehari-hari, kamu akan lebih sering bertemu dengan is, am, are, was, were, dan kawan-kawannya.Secara umum, to be memiliki dua fungsi utama:
  • Sebagai Linking Verb (Kata Kerja Penghubung): Menghubungkan subjek dengan deskripsinya, seperti kata sifat atau kata benda.
  • Sebagai Auxiliary Verb (Kata Kerja Bantu): Membantu kata kerja lain untuk membentuk tenses tertentu (seperti Continuous Tenses atau Passive Voice).
Yang membuat to be agak rumit adalah kenyataan bahwa ia termasuk dalam irregular verb, yang berarti ia tidak mengikuti pola biasa dalam perubahan bentuk. Ini akan kita bahas lebih lanjut di bagian berikutnya. BACA JUGA: Perbedaan Refuse, Reject, Decline, Veto, Dismiss Dalam Bahasa Inggris

Kapan Menggunakan Is, Am, Are, Was, dan Were?

Penting untuk memahami bahwa to be memiliki banyak bentuk yang digunakan tergantung pada waktu (tense) dan subjek

Bentuk Present (Waktu Sekarang)

Untuk Simple Present Tense, to be terbagi menjadi tiga bentuk: is, am, dan are. Pemilihan bentuk ini tergantung pada subjek kalimat. Berikut rumus to be dan contohnya:
  • AM: Hanya digunakan untuk subjek I (saya).
    • Contoh: I am a student. (Saya adalah seorang pelajar.)
    • Contoh lain: I am happy today. (Saya senang hari ini.)
  • IS: Digunakan untuk subjek tunggal/singular, seperti he (dia laki-laki), she (dia perempuan), it (itu), nama orang, atau benda tunggal.
    • Contoh: He is smart. (Dia pintar.)
    • Contoh: She is my sister. (Dia adalah saudara perempuan saya.)
    • Contoh: The cat is sleeping. (Kucing itu sedang tidur.)
  • ARE: Digunakan untuk subjek jamak/plural, seperti you (kamu/kalian), we (kami/kita), they (mereka), atau benda jamak.
    • Contoh: You are late. (Kamu terlambat.)
    • Contoh: We are friends. (Kami adalah teman.)
    • Contoh: They are doctors. (Mereka adalah dokter.)
Biar lebih jelas, berikut rumus is am are:
Subjek To Be Contoh Kalimat
I am I am tired.
He/She/It/Nama is The book is interesting.
You/We/They are You are welcome.

Bentuk Past (Waktu Lampau)

Untuk Simple Past Tense, to be hanya punya dua bentuk: was dan were. Lagi-lagi, tergantung subjek. Ini adalah perbedaan was dan were yang sering membingungkan.
  • WAS: Digunakan untuk subjek tunggal, termasuk I, he, she, dan it.
    • Contoh: I was tired yesterday. (Saya lelah kemarin.)
    • Contoh: He was at home. (Dia berada di rumah.)
    • Contoh: It was raining. (Hujan sedang turun [kemarin].)
  • WERE: Digunakan untuk subjek jamak, seperti you, we, dan they.
    • Contoh: You were right. (Kamu benar.)
    • Contoh: We were happy. (Kami senang.)
    • Contoh: They were playing. (Mereka sedang bermain.)
Kalau untuk kata you, selalu gunakan were, meskipun merujuk pada satu orang (seperti "kamu"). Ini berbeda dari bahasa Indonesia di mana "kamu" tunggal.
Subjek To Be Contoh Kalimat
I/He/She/It was She was sick last week.
You/We/They were We were in Jakarta.

Bentuk Lainnya (Be, Being, Been)

Selain bentuk utama di atas, to be punya bentuk lain yang muncul dalam konteks tertentu. Kita bahas singkat agar kamu aware:
  • Be (Infinitive/Bentuk Dasar): Muncul setelah modal verbs seperti must, can, atau dalam perintah.
    • Contoh: You must be quiet. (Kamu harus diam.)
    • Contoh: Be careful! (Hati-hati!)
  • Being (Gerund/Continuous): Menunjukkan sesuatu yang sedang terjadi atau sebagai kata benda.
    • Contoh: He is being funny. (Dia sedang lucu-lucuan.)
    • Contoh: Being a teacher is hard. (Menjadi guru itu sulit.)
  • Been (Past Participle): Digunakan dalam Perfect Tenses.
    • Contoh: I have been to Bali. (Saya pernah ke Bali.)
Dengan memahami bentuk to be ini, kamu sudah setengah jalan menguasai penggunaannya. BACA JUGA: Perbedaan Mr, Mrs, Ms, Sir, Madam Dalam Bahasa Inggris

'To Be' sebagai Kata Kerja Penghubung (Linking Verb)

Sekarang, mari kita bahas fungsi to be yang pertama: sebagai linking verb. Di sini, to be berdiri sendiri tanpa kata kerja lain, dan tugasnya menghubungkan subjek dengan deskripsinya. Rumus dasar: Subjek + to be + Deskripsi. Deskripsi bisa berupa tiga jenis utama. Kita akan jelaskan satu per satu dengan banyak contoh kalimat to be.

Menghubungkan dengan Kata Sifat (Adjective)

To be' mendeskripsikan sifat atau kondisi subjek. Contohnya sangat banyak dalam percakapan sehari-hari. Dalam bahasa Indonesia kita bisa bilang "Dia cantik" tanpa kata penghubung, tapi dalam bahasa Inggris kamu WAJIB pakai 'is': "She is beautiful."
  • Contoh: She is beautiful. (Dia cantik.)
  • Contoh: The food was delicious. (Makanannya lezat.)
  • Contoh: They are busy. (Mereka sibuk.)
  • Contoh lain: The weather is cold today. (Cuaca dingin hari ini.)

Menghubungkan dengan Kata Benda (Noun)

To be bisa banget dipakai untuk Mengidentifikasi atau memberi "label" pada subjek. Cek aja contohnya dibawah ini.
  • He is a doctor. (Dia adalah seorang dokter.)
  • We are students. (Kami adalah pelajar.)
  •  It was a good movie. (Itu adalah film yang bagus.)
  • My brother is an engineer. (Saudara laki-laki saya adalah seorang insinyur.)

Menghubungkan dengan Keterangan (Adverb/Prepositional Phrase)

Selain itu to be juga bisa untuk kenunjukkan lokasi, waktu, atau keadaan. Langsung liat nih contohnya ya!
  • My keys are on the table. (Kunciku ada di atas meja.)
  • The meeting is at 10 AM. (Rapatnya jam 10 pagi.)
  • I was here. (Aku ada di sini.)
  • The children are in the park. (Anak-anak ada di taman.)
BACA JUGA: Bedanya Overrated Vs Underrated Dalam Bahasa Inggris

'To Be' sebagai Kata Kerja Bantu (Auxiliary Verb)

Fungsi kedua dari to be adalah sebagai auxiliary verb, di mana mereka membantu kata kerja utama (main verb). Di sini, to be tidak sendirian dalam suatu kalimat.

Membentuk Continuous Tenses

To be juga bisa lho untuk menunjukkan aksi yang "sedang" berlangsung. Rumusnya simpel! yaitu Subjek + to be + Verb-ing (to be + V-ing). Yuk cek verb apa aja yang bisa dipakai dalam to be!
  • Present Continuous: I am studying English. (Saya sedang belajar bahasa Inggris.)
  • Contoh: She is sleeping. (Dia sedang tidur.)
  • Past Continuous: They were playing football. (Mereka sedang bermain bola kemarin.)
  • Contoh: He was washing his car. (Dia sedang mencuci mobilnya.)

Membentuk Kalimat Pasif (Passive Voice)

Selain bisa digunakan pada beberapa tenses, to be juga berfungsi untuk menekankan subjek yang "dikenai" aksi. Nah rumusnya itu Subjek + to be + Past Participle (Verb 3) (to be + V3). Masih bingung? liat aja contoh dibawah ya!
  • The book was written by him. (Buku itu ditulis olehnya.)
  • English is spoken here. (Bahasa Inggris digunakan di sini.)
  • The cake is being made. (Kue itu sedang dibuat.)
  • The letter has been sent. (Surat itu sudah dikirim.)
BACA JUGA: Beda Tour, Travel, Trip & Journey Dalam Bahasa Inggris

Membuat Kalimat Positif, Negatif, dan Tanya dengan 'To Be'

Sekarang, mari kita praktikkan membuat kalimat to be positif, negatif dan interogatif! Kita gunakan satu contoh dasar dan ubah menjadi tiga bentuk dengan template yang bisa kamu ikuti.

Kalimat Positif (Pernyataan)

Rumus: Subjek + to be + ...
  • Contoh: She is a teacher. (Dia adalah seorang guru.)
  • Contoh Continuous: They are studying. (Mereka sedang belajar.)

Kalimat Negatif (Sangkalan)

Rumus: Subjek + to be + NOT + ... Gunakan contraction untuk lebih natural: isn't, aren't, wasn't, weren't. (Am not biasanya tetap "am not" atau "ain't" informal.)
  • Contoh: She is not (isn't) a teacher. (Dia bukan seorang guru.)
  • Contoh: They are not (aren't) studying. (Mereka tidak sedang belajar.)

Kalimat Tanya (Interrogative)

Rumus: To be + Subjek + ...?
  • Contoh: Is she a teacher? (Apakah dia seorang guru?)
  • Contoh: Are they studying? (Apakah mereka sedang belajar?)
  • Dengan Question Words: Where is she? (Di mana dia?) / Why are they studying? (Mengapa mereka belajar?)

Lebih Menguasai Bahasa Inggris Bersama SUN English

Sekarang kamu sudah paham bahwa 'to be' (is, am, are, was, were) adalah fondasi grammar bahasa Inggris. Kamu sudah belajar fungsinya sebagai linking verb (untuk deskripsi) dan auxiliary verb (untuk tenses dan passive voice). Dari bentuk present tense hingga past tense, rumus, dan contoh, semuanya dirancang agar mudah dimengerti. Jika kamu ingin bimbingan lebih intensif untuk menguasai grammar dan mempersiapkan diri untuk tes bahasa Inggris, SUN English siap membantu. Dengan pengajar profesional dan kurikulum terstruktur, kami akan memandumu dari dasar hingga mahir. Kunjungi SUN English atau hubungi kami untuk info lebih lanjut. Terus semangat belajar! Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu.   Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!

Related Posts


Connect with SUN Education


Enter your details and get a free counselling session with our experts so they can connect you to the right course, country, and university.

Select...

Select...
Select Study Destination...
Select Major...

Select...

By checking this box, you agree to be contacted by SUN Education and its partner universities/collages via email/text message/phone