Author: Jonathan Kristinus
Updated: 12 March 2026
Sebelum melangkah lebih jauh untuk kuliah di luar negeri, penting bagimu memahami mengapa penyetaraan ijazah sangat krusial. Karena Ijazah yang kamu peroleh di Indonesia biasanya tidak secara otomatis diakui setara dengan kualifikasi pendidikan di negara tujuanmu. Proses penyetaraan ijazah membantu pihak universitas luar negeri untuk menilai kualitas dan relevansi pendidikan yang telah kamu tempuh dengan standar akademik mereka. Buat membantu kamu, kali ini SUN Education akan membahas mengenai cara menyetarakan ijazah Indonesia agar bisa dipakai untuk daftar kuliah di luar negeri. Baca terus ya!
Tanpa pengakuan yang tepat, aplikasi pendaftaran kamu bisa ditolak. Untuk menghindari hal tersebut, dibawah ini beberapa syarat yang harus kamu lampirkan dalam melakukan penyetaraan ijazah.
Persyaratan wajib untuk penyetaraan ijazah yang harus kamu siapkan meliputi scan ijazah asli berwarna, transkrip nilai, dokumen identitas (KTP/paspor), dan ijazah jenjang pendidikan sebelumnya. Jika dokumen yang kamu miliki tidak dalam Bahasa Inggris, maka kamu wajib melampirkan terjemahan oleh penerjemah tersumpah dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Untuk penyetaraan ijazah pendidikan tinggi, kamu juga perlu menyertakan informasi program studi yang diambil, seperti kurikulum dan silabus. BACA JUGA: Begini Sistem Kesehatan di Luar Negeri dari Berbagai Negara
Setiap jenjang pendidikan memiliki syarat penyetaraan ijazah yang berbeda-beda. Misalnya, untuk penyetaraan ijazah jenjang doctoral, kamu perlu melampirkan disertasi lengkap yang pernah dikerjakan. Sedangkan unntuk jenjang master dengan penelitian, kamu perlu melampirkan tesis lengkap. Bagi lulusan dari negara China, kamu wajib melampirkan CDGDC (China Academic Degrees and Graduate Education Development Center) dalam Bahasa Inggris yang diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah.
Selain dokumen wajib dan khusus, terdapat juga dokumen pendukung yang kemungkinan diminta sewaktu-waktu jika diperlukan. Dokumen ini termasuk progress report yang ditandatangani penyelia, surat tugas belajar (khusus PNS), dan dokumen MoU antar perguruan tinggi untuk program double degree atau joint degree. Bagi kamu yang perguruan tingginya belum terdaftar dalam aplikasi penyetaraan ijazah, wajib melampirkan surat pengakuan terhadap perguruan tinggi tersebut dari pemerintah setempat, badan akreditasi, atau kantor perwakilan RI setempat. BACA JUGA: 10 Syarat Kuliah Di Luar Negeri Yang Harus Lengkap Sebelum Berangkat
Proses penyeteraan ijazah Indonesia untuk kuliah di luar negeri memerlukan perencanaan yang matang.Makanya kamu perlu tahu gimana prosesnya agar bisa lebih lancar dalam melakukannya.
Langkah pertama untuk penyetaraan ijazah adalah mempersiapkan semua dokumen yang diperlukan. Pastikan dokumen-dokumen ini lengkap, asli, dan telah diterjemahkan ke bahasa resmi negara tujuan studi kamu. Kelengkapan dokumen sangat mempengaruhi kelancaran proses penyetaraan.
Setelah dokumen siap, kamu perlu mengisi formulir pendaftaran online di portal resmi kemendikbudristek. Isi semua data dengan teliti dan lengkap. Kesalahan dalam pengisian data dapat menyebabkan penundaan dalam proses penyetaraan. Untungnya penyetaraan ijazah di kemendikbudristek GRATIS. BACA JUGA: 12 Jurusan Kuliah di Luar Negeri Terfavorit, Incar yang Mana?
Setelah mengunggah dokumen, tim verifikator akan melakukan pemeriksaan dan penilaian. Proses ini melibatkan verifikasi keaslian dokumen dan evaluasi kesetaraan pendidikan yang telah kamu tempuh dengan standar pendidikan di Indonesia. Proses verifikasi dan penilaian ini biasanya memakan waktu 22 hari kerja sejak pengajuan.
Jika semua persyaratan terpenuhi dan verifikasi berhasil, kamu tinggal tunggu Surat Keputusan (SK) penyetaraan ijazah diterbitkan. SK ini akan dikirim ke email yang kamu daftarkan dan juga dapat diunduh melalui akun yang kamu buat di portal resmi. BACA JUGA: Bisakah Ijazah Paket C Kuliah di Luar Negeri? Ini Jawabannya!
Waktu adalah esensi dalam proses aplikasi kuliah di luar negeri. Idealnya, kamu harus memulai proses penyetaraan ijazah 3 bulan sebelum deadline intake universitas tujuanmu. Jangan sampai keterlambatan dalam proses penyetaraan menghambat impianmu untuk kuliah di luar negeri.
Ada beberapa lembaga negara yang berperan penting dalam proses penyetaraan ijazah. Berikut beberapa diantaranya.
Kemendikbudristek merupakan lembaga utama yang bertanggung jawab untuk penyetaraan ijazah pendidikan umum. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) menangani penyetaraan untuk lulusan perguruan tinggi. Lama waktu proses penyetaraan ijazah di Kemendikbudristek bagi pendidikan dasar hingga menengah memakan waktu maksimal 5 hari kerja. Lalu sedangkan untuk pendidikan tinggi bisa memakan waktu hingga 22 hari kerja.
Bagi kamu yang berencana studi agama islam di luar negeri, kamu bisa melakukan penyetaraan ijazah melalui Kemenag. Untuk lulusan perguruan tinggi keagamaan Islam dari luar negeri, penyetaraan dilakukan melalui Sistem Aplikasi Penyetaraan Ijazah Luar Negeri (SIPIKO) yang dikelola oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam. Proses ini umumnya memakan waktu sekitar 10 hari kerja.
BACA JUGA: Cara Menentukan Negara Tujuan Buat Kuliah di Luar Negeri
Dilansir dari kompas, Atase Pendidikan dan Kebudayaan di berbagai negara juga membantu dalam proses penyetaraan dengan membuat formulasi untuk masing-masing negara. Mereka memberikan informasi yang diperlukan untuk menyetarakan ijazah dan melakukan konversi IPK sesuai dengan sistem pendidikan di Indonesia.
Kementerian Luar Negeri tidak secara langsung melakukan penyetaraan ijazah dalam artian menilai kesetaraan kurikulum atau standar akademik. Fungsi utama Kemlu adalah melegalisasi dokumen pendidikan Indonesia agar diakui keabsahannya oleh pihak berwenang di negara lain, termasuk universitas. Legalisasi ini merupakan tahapan penting setelah dokumen ijazah dan transkrip nilai kamu diterjemahkan dan dilegalisir oleh instansi terkait di Indonesia.
Beberapa negara, seperti Amerika Serikat dan Kanada, seringkali mengharuskan calon mahasiswa internasional untuk mengirimkan transkrip nilai mereka ke lembaga kredensial independen untuk dievaluasi. Lembaga-lembaga ini akan menganalisis kurikulum dan standar penilaian dari institusi pendidikanmu di Indonesia dan membuat laporan kesetaraan dengan sistem pendidikan di negara mereka.
Beberapa lembaga kredensial yang dikenal antara lain World Education Services (WES), Australian Education International (AEI) dan Educational Credential Evaluators (ECE).
Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu. Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!
Related Posts
Connect with SUN Education