Tahukah kamu, beberapa profesi mewajibkan untuk studi tinggi karena tingkat kompleksitas dan tanggung jawab pekerjaannya yang besar. Salah satu contohnya seperti dokter yang mengharuskan pendidikan bertahun-tahun dengan berbagai tahapan khusus. Profesi-profesi ini membutuhkan keahlian khusus yang mendalam dan hanya bisa diperoleh melalui pendidikan terstruktur di perguruan tinggi. Tapi selain dokter, pekerjaan apa aja sih yang mengharuskan kuliah dulu sebelum bisa kerja? Simak penjabaran SUN Education berikut ini!
Dokter (Segala Jenis)
Profesi dokter membutuhkan pendidikan tinggi karena kompleksitas ilmu yang dipelajari sangat luas dan rumit banget. Ilmu kedokteran nggak cuma soal obat-obatan, tapi juga mencakup anatomi, fisiologi, biokimia, dan mikrobiologi sebagai fondasi dasar. Pendidikan kedokteran dimulai dengan program sarjana selama 3,5-4 tahun kemudian dilanjutkan program profesi (co-assistant/KOAS) selama 1,5-2 tahun. Setelah lulus, calon dokter harus mengikuti Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) yang terdiri dari ujian tulis (CBT) dan ujian keterampilan klinis (OSCE). Program internship wajib selama satu tahun di fasilitas kesehatan pemerintah sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Dokter yang ingin menjadi spesialis harus melanjutkan pendidikan spesialis selama 4-6 tahun tambahan. Total waktu yang dibutuhkan untuk menjadi dokter umum adalah 7-8 tahun, sedangkan dokter spesialis memerlukan 11-14 tahun. BACA JUGA:
Kejar Cita-Cita jadi Kuliah S1 Kedokteran di China, Program MBBS Zhe Jiang University Solusinya! Hakim
Untuk menjadi hakim kamu memerlukan fondasi pengetahuan hukum yang kuat untuk menganalisis berkas perkara secara mendalam dengan teknik dan metode yang benar. Karena setiap keputusan hakim adalah "pekerjaan intelektual" yang membutuhkan nalar ilmiah dan argumentasi berdasar fakta (ratio decidendi). Kalau di Indonesia yang menganut sistem civil law, syarat mutlak menjadi hakim adalah memiliki gelar Sarjana Hukum (S1) selama 4 tahun. Setelah lulus S1 kamu perlu mengikuti seleksi Calon Hakim (Cakim) yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung. Jika lulus, barulah seorang calon hakim mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Calon Hakim (PPCJ). Total durasi yang dibutuhkan mencapai 6 tahun dengan gelar sarjana serta fokus pada pelatihan khusus sejak awal. Setelah lulus, calon hakim di Indonesia wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) calon hakim selama 2,5 tahun. Pelatihan mencakup materi intensif tentang proses peradilan dan etika profesi yang sangat penting. Mahkamah Agung menyelenggarakan pelatihan teknis justisial berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hakim yang sudah bertugas. BACA JUGA:
11 Ciri-Ciri Orang yang Cocok Masuk Jurusan Hukum Psikolog
Peran psikolog membutuhkan kemampuan melakukan evaluasi psikologis, diagnosis, dan penyediaan terapi yang tepat sasaran. Pengetahuan dan keterampilan ini harus didasarkan pada ilmu yang terus berkembang dan penelitian terapan yang ketat. Untuk di Indonesia seorang psikolog profesional harus menempuh pendidikan Sarjana Psikologi (S1) selama 4 tahun, kemudian dilanjutkan dengan Magister Psikologi Profesi (S2) selama 2 tahun. Setelah lulus, seorang psikolog harus mendapatkan Sertifikasi dari lembaga terkait, seperti HIMPSI melalui LSP-PSI, untuk memastikan kompetensinya diakui. Selain itu calon psikolog juga menjalani praktik tersupervisi intensif yang memastikan transisi aman dari teori ke praktik nyata BACA JUGA:
Cabang Ilmu Psikologi Dan Penjelasan Singkatnya Arsitek
Arsitek harus dapat mewujudkan desain kreatif dengan mempertimbangkan aspek teknis seperti struktur, material, dan regulasi. Peran mereka juga mencakup tanggung jawab sosial untuk membentuk lingkungan binaan yang berkualitas, aman, dan fungsional. Makanya profesi ini diwajibkan mengenyam pendidikan formal terlebih dulu Jalur pendidikan arsitek secara global memiliki kesamaan dalam durasi total yang dibutuhkan untuk mencapai kompetensi profesional. Di Indonesia, pendidikan terdiri dari program sarjana (S1) selama 4 tahun, dilanjutkan Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) selama 1 tahun. Program PPAr dirancang khusus untuk memenuhi standar pendidikan arsitektur International Union of Architects (UIA). Dari kelulusan ujian PPAr kamu akan mendapatkan Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) sebagai bukti kompetensi. BACA JUGA:
Cara Menjadi Arsitek dari Pemula Sampai Profesional Apoteker Rumah Sakit
Untuk mendapat izin praktik, apoteker harus lulus ujian kompetensi yang menguji penguasaan materi kefarmasian. Karena apoteker adalah bagian penting dari tim kesehatan yang bertanggung jawab memastikan penggunaan obat yang benar oleh pasien. Kesalahan dalam profesi apoteker bisa menimbulkan risiko besar pada nyawa pasien, sehingga membutuhkan pemahaman mendalam tentang farmakologi dan manajemen obat. Karenanya untuk menjadi apoteker, kamu harus kuliah terlebih dulu. Pendidikan S1 farmasi akan membekali kamu dengan pengetahuan tentang cara kerja obat dan efek sampingnya. Di Indonesia, jalur pendidikannya dimulai dengan Sarjana Farmasi (S1) selama 4 tahun, diikuti Program Profesi Apoteker 1 tahun. Selain itu Apoteker juga wajib terlibat dalam pengembangan kompetensi berkelanjutan (Continuous Professional Development/CPD) karena ilmu farmasi terus berkembang. BACA JUGA:
Rekomendasi Universitas Terbaik di Dunia untuk Kuliah Farmasi Akuntan Publik
Kamu mau jadi akuntan publik? maka wajib kuliah! Karena pendidikan tinggi membekali kamu dengan kerangka berpikir logis, kritis, dan sistematis untuk menerapkan aturan dalam situasi kompleks. Perjalanan dimulai dengan kuliah gelar Sarjana (S1) Akuntansi selama 4 tahun atau 8 semester. Lalu kamu membutuhkan sertifikasi seperti Certified Public Accountant (CPA) yang menjadi standar untuk menjadi akuntan publik profesional. Untuk mendapatkan kredensial ini, kamu harus lulus ujian ketat dan memiliki minimal 1-2 tahun pengalaman kerja di bidang audit internal atau akuntansi, plus wajib mengikuti Continuing Professional Education (CPE) setiap tahun. BACA JUGA:
Perbedaan Jurusan Perpajakan dan Akuntansi Jarang Orang Sadari Diplomat
Profesi diplomat menuntut pemahaman mendalam tentang kompleksitas dunia, dan pendidikan tinggi membekali kamu dengan pengetahuan tersebut. Selama belajar di bangku kuliah kamu akan mengasah keterampilan esensial seperti komunikasi verbal-tertulis superior, negosiasi ulung, dan pemecahan masalah kreatif. Untuk menjadi diploma biasanya kamu harus mengambil jurusan Hubungan Internasional, Hukum, atau Ilmu Politik. Proses menjadi diplomat dimulai dengan ujian seleksi ketat seperti FSOT yang mengukur pengetahuan umum, kemampuan menulis esai, hingga penalaran situasional. BACA JUGA:
5 Jurusan yang Cocok untuk Calon Menjadi Diplomat Nutrisionis/Ahli Gizi
Menjadi nutrisionis profesional membutuhkan pemahaman mendalam tentang ilmu biomedik seperti biokimia, fisiologi, anatomi, dan mikrobiologi yang hanya bisa didapat dari pendidikan formal. Tanpa fondasi ini, saran yang diberikan bisa berbahaya bagi kesehatan orang lain. Dari sana pendidikan tinggi dibutuhkan untuk menanamkan profesionalisme dan etika tinggi sesuai standar kompetensi dietisien untuk berkomunikasi efektif dengan pasien dan mengambil keputusan etis. Perjalanan menjadi nutrisionis dimulai dengan program Sarjana (S1) Gizi selama rata-rata 4 tahun. Setelah studi, kamu wajib menjalani program praktik tersupervisi terakreditasi selama 6-12 bulan di fasilitas kesehatan, agen komunitas, atau perusahaan makanan. Kalau sudah selesai magang, baru kamu memenuhi syarat mengambil ujian nasional dari lembaga seperti Commission on Dietetic Registration (CDR). Jika lulus, maka kamu resmi mendapat kredensial RDN (Registered Dietitian Nutritionist) yang dilindungi hukum, plus wajib mengikuti pendidikan berkelanjutan. BACA JUGA:
10 Alasan Memilih Jurusan Gizi untuk Kuliah Kamu Geolog
Kuliah adalah satu-satunya cara mendapat fondasi teoretis yang memungkinkan menafsirkan data geologi di lapangan. Tanpa pemahaman mineralogi, stratigrafi, atau geofisika, sebuah batu hanya batu biasa. Karenanya untuk menjadi seorang geolog, kamu perlu kuliah terlebih dahulu. Dalam studi jurusan geologi, kamu akan mengembangkan kemampuan berpikir spasial dan tiga dimensi yang krusial untuk membuat peta geologi dan model untuk keputusan ekonomi, sosial, dan ilmiah. Pendidikan Sarjana (S1) geologi berlangsung selama 4 tahun dengan kurikulum mencakup minimal 30 jam semester mata kuliah geologi spesifik. Bagian terpenting dari perkuliahan geologi adalah field camp atau perkemahan lapangan selama 4 minggu di musim panas. Untuk jadi geolog profesional (PG) kamu harus melalui sertifikasi ketat dengan lulus dua ujian utama yaitu ASBOG Fundamentals of Geology (FG) dan ASBOG Practice of Geology (PG).
Notaris
Profesi notaris adalah spesialisas hukum yang sangat terlatih dalam hukum privat non-kontensius, berbeda dengan pengacara biasa yang berurusan dengan sengketa di pengadilan. Notaris adalah pejabat publik yang diberi wewenang negara untuk mengotentikasi dokumen dengan peran jauh lebih besar daripada notaris di negara common law yang umumnya hanya mengesahkan tanda tangan. Maka dari itu mereka butuh pemahaman mendalam hukum keluarga, properti, kontrak, dan waris yang hanya didapat dari pendidikan hukum formal hingga pascasarjana. Jalur pendidikan menjadi notaris dimulai dengan gelar Sarjana (S1) Hukum selama 4 tahun. Setelah lulus S1, wajib melanjutkan program Master's khusus dalam hukum kenotariatan. Setelah pendidikan formal, harus menjalani magang atau apprenticeship di kantor notaris yang berpraktik untuk mendapat pengalaman praktis membuat akta, mengelola dokumen, dan berinteraksi dengan klien. Setelah magang, kamu harus lulus ujian notaris yang ketat untuk dapat izin praktik dari otoritas berwenang. Perjalanan panjang ini menjelaskan mengapa dokumen notaris (notarial instruments) dianggap valid, terotentikasi mandiri, dan memiliki tanggal yang tidak dapat diubah.
Fisioterapis
Profesi ini butuh pemahaman ilmiah yang mendalam tentang anatomi, fisiologi, biomekanika, neurologi, dan patologi tubuh manusia. Kamu harus bisa merancang program rehabilitasi berbasis bukti dan punya kemampuan pemecahan masalah yang kompleks. Tanpa pendidikan formal S1 Fisioterapis, mustahil kamu bisa memberikan intervensi yang aman dan efektif untuk pasien.Perjalanan pendidikanmu dimulai dengan gelar sarjana (S1) selama 4 tahun, biasanya di bidang terkait seperti ilmu olahraga atau biologi. Setelah itu wajib lanjut ke program pascasarjana, yakni Doctor of Physical Therapy (DPT) yang butuh 3 tahun lagi. Selain DPT, kamu juga bisa ambil program Magister (S2) selama 1,5-2 tahun. Setelah lulus, kamu harus dapat lisensi dengan lulus National Physical Therapy Examination (NPTE) yang diselenggarakan Federation of State Boards of Physical Therapy (FSBPT).
Astronom
Siap-siap belajar fisika, matematika, dan ilmu komputer tingkat lanjut! Karena profesi astronom menuntutmu punya pemahaman mendalam tentang kosmologi, dinamika galaksi, astrofisika bintang, dan teknik observasi canggih. Astronomi merupakan bidang yang sangat cerebral, butuh ketelitian tinggi dan kemampuan menganalisis data dalam jumlah besar. Tanpa fondasi akademik yang kuat, kamu gak bakal bisa berkontribusi pada penemuan-penemuan yang mendorong batas pengetahuan manusia. Perjalanan akademikmu akan jadi salah satu yang terpanjang dibanding jurusan lain. Kamu mulai dengan gelar sarjana (S1) Astronomi selama 4 tahun dalam fisika atau astronomi. Sebagian besar astronom profesional punya gelar Doktor (PhD) dalam fisika atau astronomi yang butuh sekitar 5-7 tahun setelah S1. Jadi total kamu perlu sekitar 10 tahun pendidikan formal! Program PhD mencakup minimal 90 jam kredit mata kuliah dan penelitian, ujian kualifikasi tertulis, seminar kandidasi, dan pertahanan disertasi akhir. Setelah PhD, banyak yang lanjut dengan satu atau lebih Postdoctoral Fellowship selama 1-5 tahun (idealnya 3 tahun) untuk mengembangkan portofolio penelitian. Kamu juga harus mampu berkomunikasi untuk audiens tingkat pascasarjana, berpikir kritis, dan melakukan penelitian ilmiah orisinal pada tingkat tinggi. Publikasi penelitian orisinal dalam disertasi dan jurnal peer-reviewed sangat penting buat kariermu!
Terapis Wicara
Memahami kompleksitas komunikasi manusia dari gangguan bicara hingga menelan butuh keahlian khusus yang cuma bisa didapat lewat pendidikan formal! Profesi ini butuh pemahaman mendalam tentang faktor biologis, psikologis, dan sosiokultural yang memengaruhi komunikasi. Jalur pendidikanmu dimulai dengan studi S1 Terapi Wicara. Kemudian bisa dilanjutkan gelar Magister (Master's degree) dalam Speech-Language Pathology atau Communicative Sciences and Disorders yang butuh sekitar 2 tahun. Setelah lulus, kamu harus dapat Certificate of Clinical Competence in Speech-Language Pathology (CCC-SLP) dari American Speech-Language-Hearing Association (ASHA). Buat dapat CCC-SLP, kamu harus lulus Praxis Exam dan menyelesaikan Clinical Fellowship (CF) pascasarjana selama minimal 36 minggu dan 1.260 jam.
Kurator Museum
Untuk bisa kerja di profesi ini kamu butuh pengetahuan mendalam tentang sejarah, seni, dan manajemen koleksi. Kamu bertanggung jawab melacak artefak bersejarah, memperluas koleksi institusi, dan merancang pameran yang menawarkan perspektif segar dan bermakna. Makanya kamu butuh setidaknya gelar S1 antara jurusan sejarah, kesenian, arkeologi atau antropologi. Pekerjaan kurator museum menuntut inisiatif tinggi, kemampuan interpersonal, kreativitas dalam membangun narasi pameran, dan keterampilan organisasi. Karenanya sebagian besar museum mengharuskan kurator punya gelar Magister (S2) dalam disiplin ilmu yang sesuai seperti seni, sejarah, sains, atau arkeologi - atau dalam studi museum (museologi). Bahkan beberapa posisi, terutama di museum sejarah alam atau sains lebih suka kandidat dengan gelar Doktor (S3).
Dosen
Profesi ini butuh kualifikasi akademik tertinggi karena tugasmu mengajar dan membimbing mahasiswa, aktif dalam penelitian untuk mengembangkan keilmuan dan teknologi, serta menerapkan hasil penelitian dalam bentuk pengabdian masyarakat. Bisa dibilang dosen merupakan profesi yang menuntut dedikasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan pembentukan generasi mendatang. Untuk jadi dosen di universitas terkemuka dunia, kamu wajib punya minimal gelar Magister (S2) dalam bidang yang ditekuni. Tapi buat jadi dosen tetap atau dapat jabatan akademik lebih tinggi, gelar Doktor (S3) hampir selalu jadi prasyarat mutlak. Setelah meraih PhD, banyak yang lanjut dengan Postdoctoral Fellowship selama 1-5 tahun yang jadi jembatan krusial menuju posisi tenure track. Proses tenure track merupakan kontrak berdurasi tertentu (biasanya 5 tahun) di mana kamu harus tunjukkan kemampuan dalam penelitian, pengajaran, dan pengabdian.
Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu. Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!