Author: Jonathan Kristinus
Updated: 19 January 2026
Mempelajari jenis teks dalam bahasa Inggris berarti mengetahui bahwa ada beberapa bentuk teks yang beragam. Beberapa di antaranya termasuk recount text, narrative text, teks deskripsi, hingga teks anekdot. Di antara jenis teks bahasa Inggris yang sudah disebutkan di atas, pada hari ini kita akan mempelajari lebih lanjut mengenai recount text!
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai penjelasan, contoh, struktur, hingga tujuan penggunaannya, recount text sendiri adalah salah satu jenis teks bahasa Inggris yang berfungsi menceritakan kembali kejadian atau pengalaman yang terjadi di masa lalu.
Lebih lanjut, tujuan penggunaan teks ini adalah untuk memberikan informasi dan/atau menghibur pembaca yang membaca sebuah tulisan. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai recount text, yuk simak penjelasan lengkap di bawah ini!

Recount text adalah jenis teks dalam bahasa Inggris yang menceritakan kembali pengalaman atau peristiwa yang sudah terjadi di masa lalu. Kata "recount" sendiri berasal dari bahasa Inggris yang berarti "menceritakan kembali" atau "mengisahkan ulang".
Jadi fokus utamanya adalah pada kejadian nyata yang benar-benar kamu atau orang lain alami, bukan pada cerita khayalan seperti dongeng atau novel fiksi. Yang membedakan recount text dengan jenis teks lainnya adalah cara penyampaiannya yang kronologis. Artinya, kamu menceritakan kejadian berdasarkan urutan waktu terjadinya, mulai dari awal sampai akhir. Ini membuat pembaca bisa mengikuti alur cerita dengan mudah dan jelas. Akibat digunakan untuk menceritakan masa lalu, recount text biasanya menggunakan verb 3, karena menggunakan kalimat past tense.
BACA JUGA: Caption Text: Contoh, Struktur dan Tips Membuatnya

Setiap jenis teks memiliki struktur khas yang membedakannya dari jenis teks lainnya. Generic structure of recount text atau struktur umumnya adalah tiga yakni orientation yang berupa pengenalan, series of event yang berisi rangkaian cerita, serta reorientation yang berisi rangkuman dan ending dari keseluruhan isi cerita. Ini dia penjelasan lengkapnya:
Orientation
Bagian pertama adalah orientation atau pendahuluan. Ini seperti opening scene dalam film, di mana kamu memberikan gambaran awal tentang cerita yang akan kamu sampaikan. Dalam bagian ini, kamu perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti siapa yang terlibat dalam kejadian tersebut, kapan kejadian itu terjadi, di mana tempatnya, dan apa yang terjadi secara garis besar.
Misalnya, jika kamu ingin menulis tentang pengalaman ikut pertukaran pelajar, orientation-mu bisa seperti ini "Last summer, I had the incredible opportunity to join a student exchange program in Melbourne, Australia. I lived with a host family for three months and attended Sunshine Secondary College."
Perhatikan bahwa dalam contoh tersebut, kamu sudah memberikan informasi tentang waktu (last summer), siapa (I), apa (student exchange program), dan di mana (Melbourne, Australia). Dengan informasi ini, pembaca langsung memiliki konteks yang jelas tentang cerita yang akan kamu sampaikan.
BACA JUGA: Apa Itu Narrative Text? Generic Structure & Contohnya
Events
Bagian kedua adalah events atau rangkaian kejadian. Ini adalah inti dari recount text kamu, di mana kamu menceritakan apa saja yang terjadi secara detail dan berurutan. Bayangkan kamu sedang membawa pembaca mengikuti jejak langkahmu dari satu kejadian ke kejadian berikutnya.
Dalam bagian ini, kamu perlu menggunakan kata penghubung waktu seperti "first" (pertama), "then" (kemudian), "after that" (setelah itu), "next" (selanjutnya), atau "finally" (akhirnya). Kata-kata ini membantu pembaca memahami urutan kejadian dengan jelas.
Melanjutkan contoh tentang program pertukaran pelajar tadi, bagian events-mu bisa berisi berbagai kejadian seperti hari pertama di sekolah, pengalaman pertama mencoba makanan Australia, kegiatan bersama keluarga angkat, kunjungan ke tempat-tempat menarik di Melbourne, hingga momen-momen berkesan lainnya. Setiap kejadian diceritakan secara berurutan sehingga pembaca bisa mengikuti alur cerita dengan mudah.
Yang penting untuk kamu ingat adalah bagian events ini biasanya merupakan bagian terpanjang dalam recount text karena di sinilah kamu menceritakan detail dari pengalaman yang kamu alami.
Reorientation
Bagian ketiga dan terakhir adalah reorientation atau penutup. Bagian ini sebenarnya bersifat opsional dalam beberapa jenis recount text, tetapi sangat disarankan untuk kamu sertakan karena memberikan kesan yang utuh pada cerita.
Dalam bagian reorientation, kamu bisa menyampaikan kesimpulan dari keseluruhan pengalaman, perasaan atau kesan pribadi tentang kejadian tersebut, atau pelajaran yang kamu dapatkan. Ini adalah kesempatan kamu untuk memberikan sentuhan personal dan reflektif pada cerita.
Untuk melengkapi contoh tentang program pertukaran pelajar, reorientation-mu bisa berbunyi seperti ini "The three months in Melbourne was a life-changing experience. I learned so much about Australian culture, improved my English significantly, and made lifelong friends. This experience taught me to be more independent and open-minded. I returned to Indonesia with a broader perspective and a deeper appreciation for cultural diversity."
Perhatikan bagaimana bagian penutup ini memberikan refleksi personal dan menyimpulkan dampak positif dari pengalaman tersebut. Ini membuat cerita kamu terasa lengkap dan bermakna.
BACA JUGA: Materi Belajar Bahasa Inggris untuk SMA Kelas 10, 11, 12

Recount text punya tujuan yang sederhana tapi efeknya besar, kamu bisa memakainya untuk menyampaikan kejadian masa lalu secara runtut sambil mengarahkan pembaca ke pesan yang kamu mau.
Tujuan ini muncul saat kamu ingin pembaca tahu apa yang terjadi, kapan, di mana, siapa yang terlibat, dan bagaimana urutannya. Fokusnya mirip seperti kamu jadi pemandu tur, kamu mengajak pembaca jalan dari satu momen ke momen berikutnya tanpa bikin mereka tersesat.
Tujuan ini dipakai saat kamu ingin pembaca ikut merasakan serunya pengalaman kamu, misalnya ikut senyum, ketawa, atau ikut deg deg an. Di sini kamu biasanya menambah detail yang membuat suasana terasa hidup, misalnya ekspresi orang, hal kecil yang kocak, atau momen canggung yang bikin kamu pengin ngakak setelahnya.
Refleksi berarti kamu tidak berhenti di bagian apa yang terjadi, tapi lanjut ke bagian apa maknanya buat kamu. Bagian ini sering terasa di penutup atau reorientation, saat kamu menulis pelajaran yang kamu ambil, perubahan sikap kamu, atau hal yang bakal kamu lakukan lebih baik ke depannya.
BACA JUGA: Argumentative Text: Pengertian, Struktur & Contoh
Setelah memahami strukturnya, sekarang kamu perlu memahami ciri-ciri kebahasaan atau language features yang khas dalam recount text. Menguasai aspek ini akan membuat tulisan kamu terdengar natural dan sesuai dengan kaidah penulisan recount text yang baik.
Ciri kebahasaan paling mendasar dari recount text adalah penggunaan simple past tense. Ini logis karena kamu menceritakan sesuatu yang sudah terjadi di masa lampau. Jadi kata kerja yang kamu gunakan harus dalam bentuk past tense.
Ada dua pola utama dalam simple past tense yang perlu kamu kuasai. Pola pertama adalah untuk kalimat yang mengandung kata kerja aksi (action verb), dengan rumus Subject + Verb 2 + Complement.
Contohnya "I visited Borobudur Temple" atau "We played volleyball at the beach."
Pola kedua adalah untuk kalimat yang mengandung kata kerja penghubung (linking verb), dengan rumus Subject + be (was/were) + Complement. Contohnya "The weather was perfect" atau "My friends were so excited."
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah mencampur antara present tense dan past tense dalam satu cerita. Misalnya menulis "Yesterday, I go to the museum and I see many ancient artifacts." Ini salah karena "go" dan "see" adalah bentuk present tense. Yang benar adalah "Yesterday, I went to the museum and I saw many ancient artifacts."
Recount text sangat bergantung pada temporal connectors atau kata penghubung waktu untuk menunjukkan urutan kejadian. Kata-kata seperti "first" (pertama), "then" (kemudian), "after that" (setelah itu), "next" (selanjutnya), "before" (sebelum), "when" (ketika), "while" (sementara), "finally" (akhirnya), dan "at last" (pada akhirnya) membantu pembaca mengikuti alur cerita dengan jelas.
Bayangkan jika kamu menulis tanpa kata penghubung waktu "I woke up. I took a shower. I had breakfast. I went to school." Terdengar monoton dan kaku, bukan? Sekarang bandingkan dengan: "First, I woke up early in the morning. Then, I took a quick shower and had breakfast with my family. After that, I went to school." Terdengar lebih mengalir dan mudah dipahami.
Recount text biasanya menyebutkan specific participants atau pelaku yang terlibat dalam cerita dengan jelas. Ini bisa berupa personal participants seperti "I" (saya), "my friends" (teman-temanku), "my family" (keluargaku), atau specific participants yang merujuk pada tempat, benda, atau orang tertentu seperti "Tanah Lot Temple", "Mr. Johnson", atau "Indonesian Embassy".
Penggunaan partisipan yang spesifik membuat cerita kamu lebih konkret dan mudah dibayangkan oleh pembaca. Misalnya daripada menulis "I visited a temple", lebih baik menulis "I visited Prambanan Temple" karena memberikan informasi yang lebih spesifik.
BACA JUGA: Announcement Text: Pengertian, Contoh & Struktur
Action verbs atau kata kerja aksi adalah kata kerja yang menggambarkan tindakan yang bisa dilihat atau dirasakan. Dalam recount text, kata kerja jenis ini sangat penting karena kamu menceritakan apa yang kamu lakukan. Contoh action verbs adalah "visited" (mengunjungi), "played" (bermain), "climbed" (mendaki), "watched" (menonton), "ate" (makan), "swam" (berenang), dan sebagainya.
Menggunakan variasi action verbs yang tepat akan membuat cerita kamu lebih hidup dan menarik. Daripada terus-menerus menggunakan kata "went" (pergi), kamu bisa menggunakan alternatif seperti "traveled" (bepergian), "headed to" (menuju ke), "visited" (mengunjungi), atau "explored" (menjelajahi).
Selain action verbs, recount text juga menggunakan linking verbs atau kata kerja penghubung. Linking verbs menghubungkan subjek dengan informasi tambahan tentang subjek tersebut, biasanya berupa sifat atau kondisi.
Contoh linking verbs yang paling umum adalah "was" dan "were" dalam bentuk past tense, serta kata kerja seperti "became" (menjadi), "seemed" (tampak), "appeared" (terlihat), dan "felt" (merasa).
Contohnya: "The sunset was breathtaking" (Matahari terbenam sangat menakjubkan) atau "I felt nervous before the presentation" (Saya merasa gugup sebelum presentasi). Linking verbs ini membantu kamu mendeskripsikan kondisi atau perasaan dalam cerita.
Untuk membuat recount text kamu lebih menarik dan hidup, gunakan descriptive language atau bahasa deskriptif. Ini mencakup penggunaan adjectives (kata sifat) dan adverbs (kata keterangan) yang membantu pembaca membayangkan situasi yang kamu ceritakan.
Misalnya, daripada hanya menulis "We went to the beach", kamu bisa menulis "We went to the beautiful white-sand beach with crystal-clear water." Atau daripada menulis "I ate the food", kamu bisa menulis "I ate the delicious traditional food that tasted amazing."
Kata sifat seperti "magnificent" (megah), "exhausting" (melelahkan), "exciting" (menyenangkan), "crowded" (ramai), atau "peaceful" (tenang) memberikan warna pada cerita kamu dan membantu pembaca merasakan atmosfer dari pengalaman yang kamu ceritakan.
Adverb phrases atau frasa keterangan memberikan informasi tambahan tentang kapan, di mana, atau bagaimana sesuatu terjadi. Dalam recount text, dua jenis adverb phrase yang paling sering digunakan adalah adverb phrase of time (keterangan waktu) dan adverb phrase of place (keterangan tempat).
Contoh adverb phrase of time
"last Saturday" (Sabtu lalu), "in the morning" (di pagi hari), "at 10 AM" (pada pukul 10 pagi), "during the holiday" (selama liburan), "three years ago" (tiga tahun yang lalu).
Contoh adverb phrase of place
"at the beach" (di pantai), "in the classroom" (di kelas), "near the river" (dekat sungai), "on the mountain top" (di puncak gunung).
Penggunaan adverb phrases ini memberikan konteks yang lebih detail dan membuat cerita kamu lebih informatif.
BACA JUGA: Discussion Text: Pengertian, Struktur dan Contoh
Recount text tidak hanya satu jenis saja. Berdasarkan tujuan dan isinya, recount text dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Memahami perbedaan ini penting agar kamu bisa menyesuaikan gaya penulisan dengan jenis recount text yang ingin kamu buat.
Ini adalah jenis recount text yang paling umum dan mungkin paling sering kamu temui atau buat. Personal recount text menceritakan pengalaman pribadi penulis. Teks ini biasanya menggunakan kata ganti orang pertama seperti "I" atau "we" untuk menciptakan kedekatan dengan pembaca.
Contoh personal recount text bisa berupa cerita tentang liburan keluarga, pengalaman pertama naik pesawat, momen ulang tahun yang berkesan, pengalaman ikut lomba, atau kejadian lucu yang pernah dialami. Tujuan utamanya adalah berbagi pengalaman pribadi dan perasaan yang kamu alami pada waktu itu.
Ketika kamu menulis essay untuk aplikasi kuliah di luar negeri dan diminta menceritakan pengalaman yang membentuk dirimu, kamu sebenarnya sedang menulis personal recount text.
Contoh Personal Recount Text
Last July, I flew abroad for the first time to start my undergraduate program. At the airport, my hands were sweaty because I kept checking my passport and boarding pass. When I finally found my gate, I realized I had been walking in circles for almost twenty minutes. On the plane, I sat next to a friendly student who shared tips about arriving at immigration. After landing, I dragged my heavy suitcase through a long corridor and felt my shoulders protest. That night, I video called my family and laughed about how nervous I was earlier. I felt proud because I survived my first big step on my own.
Berbeda dengan personal recount, factual recount text lebih berfokus pada penyajian fakta dan informasi objektif tentang suatu kejadian. Teks ini sering digunakan dalam laporan berita, laporan ilmiah, dokumentasi, atau laporan kepolisian.
Dalam factual recount, penulis tidak terlalu menekankan perasaan pribadi atau opini subjektif, melainkan menyampaikan fakta-fakta tentang apa yang terjadi. Misalnya, laporan tentang gempa bumi yang menjelaskan kapan gempa terjadi, berapa kekuatannya, wilayah mana yang terdampak, dan berapa korban yang ada.
Ketika kamu nanti kuliah dan harus menulis laporan praktikum atau laporan penelitian, kamu akan menggunakan format factual recount text. Gaya penulisannya lebih formal dan objektif dibandingkan dengan personal recount.
Contoh Factual Recount Text
On 12 September 2025, an international student orientation was held at the main auditorium of the university. The event started at 9.00 AM and ended at 12.30 PM. A total of 180 new students attended the session and registered their student ID cards. The committee delivered information about course enrollment, campus safety, and health insurance. After the presentation, students joined a campus tour in small groups led by student ambassadors. The orientation concluded with a Q and A session and distribution of printed campus maps.
BACA JUGA: News Item Text: Pengertian, Struktur dan Contoh Singkat
Historical recount text menceritakan peristiwa sejarah atau kejadian penting di masa lalu. Teks ini memberikan informasi tentang bagaimana peristiwa tersebut terjadi, siapa yang terlibat, dan apa dampaknya bagi masyarakat atau dunia.
Contohnya adalah cerita tentang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, pendaratan manusia pertama di bulan, atau peristiwa bersejarah lainnya. Historical recount berbeda dengan dongeng atau legenda karena berdasarkan fakta sejarah yang benar-benar terjadi.
Ketika kamu membaca buku sejarah atau artikel tentang peristiwa masa lalu, kamu sebenarnya sedang membaca historical recount text. Jenis teks ini penting untuk memahami dan mendokumentasikan warisan sejarah.
Contoh Historical Recount Text
On 20 July 1969, Apollo 11 landed on the Moon. Neil Armstrong stepped onto the lunar surface and delivered a short statement that became widely quoted. The mission also involved Buzz Aldrin walking on the Moon and Michael Collins piloting the command module in lunar orbit. During the mission, the crew conducted surface activities, collected samples, and took photographs for scientific purposes. After completing the tasks, the spacecraft returned to Earth and marked a major milestone in space exploration. The event influenced public interest in science and became a reference point in modern history discussions.
Jenis ini agak unik karena meskipun disebut recount, sebenarnya isinya bisa bersifat imajinatif. Imaginative recount text menceritakan pengalaman imajinatif seolah-olah penulis benar-benar mengalaminya.
Contohnya adalah menceritakan mimpi yang kamu alami, atau menulis cerita seolah-olah kamu adalah astronot yang baru saja pulang dari Mars. Meskipun kejadiannya tidak benar-benar terjadi, cara penyampaiannya menggunakan struktur dan bahasa recount text.
Imaginative recount sering digunakan dalam konteks kreatif atau pendidikan untuk melatih kemampuan menulis dan imajinasi. Ketika guru meminta kamu menulis cerita "seandainya kamu menjadi presiden untuk sehari", itu adalah contoh imaginative recount text.
Contoh Imaginative Recount Text
Last night, I woke up as if I had just returned from Mars as a student researcher. I walked out of the capsule and my boots felt light, like my feet were floating. First, I reported to the mission commander and showed a small box of red dust samples. Then, I entered the lab and watched the samples glow under the microscope. After that, I recorded a video diary for my campus back on Earth and tried to smile even though I was exhausted. When I looked outside, the sky was dark and silent, but I felt strangely calm. Finally, I sent one short message to my family and said I was safe. I woke up with a racing heart and a silly grin because the dream felt so real.
Literary recount text adalah jenis recount yang merangkum atau mendiskusikan karya sastra seperti novel, cerita pendek, atau puisi. Teks ini biasanya berfokus pada tema, karakter, dan alur cerita dari karya yang dibahas.
Misalnya, ketika kamu menulis book review atau essay analisis tentang novel yang kamu baca untuk tugas kuliah, kamu sedang membuat literary recount text. Jenis ini memerlukan pemahaman mendalam tentang karya sastra yang dibahas serta kemampuan menganalisis dan menyampaikan elemen-elemen pentingnya.
Contoh Literary Recount Text
Last weekend, I finished reading a novel that follows a student who moves to a new country and struggles with identity. At the beginning, the main character feels confident, but small cultural misunderstandings slowly build tension. Then, a friendship forms, and the story shifts into warmer scenes that show daily life, food, and humor. After that, conflict appears when the character faces academic pressure and family expectations from afar. Near the end, the character makes a choice that shows growth, even though it hurts. Overall, the plot moves forward in clear stages, and the theme highlights belonging and resilience. The story left a quiet feeling, like standing alone in a library at night after a long day.
Professional recount text digunakan dalam konteks profesional seperti laporan kerja, presentasi bisnis, atau dokumentasi project. Teks ini menyajikan fakta dan informasi yang relevan dengan jelas dan sistematis.
Contohnya adalah laporan quarterly meeting yang menceritakan pencapaian tim dalam tiga bulan terakhir, atau laporan project completion yang menjelaskan tahapan-tahapan yang telah dilalui dalam menyelesaikan suatu proyek.
Meskipun kamu mungkin belum bekerja, memahami jenis recount text ini penting karena kemampuan menulis laporan profesional akan sangat berguna ketika kamu magang atau bekerja nanti.
Contoh Professional Recount Text
On 3 October 2025, I attended the weekly project meeting with the research team. First, I presented the progress of data collection and confirmed that 75 percent of participants had completed the survey. Then, the supervisor reviewed the timeline and approved the revised milestones for the next two weeks. After that, the team discussed risks related to low response rates and agreed on a follow up email plan. I documented the decisions, assigned action items, and sent the meeting notes to all members by 5.00 PM. The meeting ended with confirmation of the next schedule and the expected deliverables. As a result, the team aligned priorities and reduced confusion about responsibilities.

Yesterday, my family and I went to the National Zoo and Aquarium to visit the new Snow Cubs and the other animals. In the morning, when we got to the Zoo and Aquarium there was a great big line, so we had to wait awhile to get in. After we entered the zoo, we went straight to the enclosure for the Snow Cubs. My brother and I were so excited to see them. They were so cute and playful. At lunchtime Dad decided to cook a bbq. He cooked sausages so we could have sausage sandwiches. My Mom forgot the tomato sauce so we had to eat them plain. In the afternoon, we visited the aquarium. My brother was excited to see the sharks and the tropical fish. At the end of the day when we left we were going to go and get ice cream but we decided we were too tired so we drove straight home, but of course I was very happy.
Last Wednesday, I came late to my school because I played PlayStation until 2.00 am in the night. Because I woke up late. I woke up about 6.30 am and the class would begin at 7.00 am. Then I ran to the bathroom to take a bath. I usually had breakfast after taking a bath, but on that day I did not do that. And I always went to school by my motorcycle. But on that day, I forgot where I put the key. So, I went to the school by public transportation. It took me a longer time. I arrived at school at 7.15 am, I ran to my class but I saw my teacher had stood in front of the class to teach. I entered my class and of course my teacher was angry at me because I came late. It was a bad experience and I hoped I would not do that again.
Last year, I had the opportunity to represent my school in the National English Debate Competition held in Jakarta. It was my first time participating in such a big competition, and I was both excited and nervous. My debate partner was Sarah, my classmate who had more experience in debating than me.
The competition started early in the morning. First, we attended the opening ceremony where the organizers explained the rules and format. The theme for the preliminary round was about environmental policies. We had only 30 minutes to prepare our arguments after the specific motion was announced.
During the preparation time, Sarah and I quickly divided our tasks. She focused on building the main arguments while I gathered supporting evidence and examples. We worked efficiently as a team, and I felt more confident as we finalized our strategy.
When it was our turn to debate, my heart was pounding so hard. I could hear it in my ears as I stood up to deliver my opening statement. However, once I started speaking, I focused entirely on presenting our arguments clearly and confidently. The opposing team was strong, but we managed to respond to their points effectively.
After three intense rounds of debate, we made it to the semifinals. I could not believe it! We were exhausted but extremely happy. The semifinal round was even more challenging because we faced the defending champions from last year. Despite our best efforts, we did not win that round. However, we received positive feedback from the judges about our teamwork and argumentation skills.
Although we did not win the championship, the experience was incredibly valuable. I learned so much about public speaking, critical thinking, and working under pressure. Most importantly, I discovered that I actually enjoyed debating and wanted to improve my skills further. This competition motivated me to join the school debate club and participate in more competitions in the future.
Sekarang setelah kamu memahami teorinya, mari kita bahas bagaimana cara praktis menulis recount text yang baik dan menarik. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu ikuti.
Langkah pertama adalah memilih topik atau pengalaman yang ingin kamu ceritakan. Pilihlah pengalaman yang berkesan atau menarik sehingga kamu memiliki banyak hal untuk diceritakan. Pengalaman yang biasa-biasa saja masih bisa menjadi cerita yang menarik jika kamu menceritakannya dengan cara yang unik.
Misalnya, kamu bisa memilih topik seperti "My First Day at International School", "When I Volunteered at the Animal Shelter", atau "The Most Challenging Hiking Experience". Pastikan kamu memilih topik yang kamu ingat dengan jelas sehingga kamu bisa menceritakan detailnya dengan baik.
Sebelum mulai menulis, tanyakan pada diri sendiri: apa tujuan kamu menulis recount text ini? Apakah untuk menghibur pembaca, memberikan informasi, merefleksikan pengalaman pribadi, atau sekadar mendokumentasikan kejadian?
Tujuan penulisan akan mempengaruhi gaya dan fokus cerita kamu. Jika tujuannya menghibur, kamu bisa lebih banyak menyisipkan humor atau momen-momen menarik. Jika tujuannya memberikan informasi, kamu perlu fokus pada detail faktual yang penting.
Setelah menentukan topik dan tujuan, buatlah outline atau kerangka tulisan. Bagi cerita kamu menjadi tiga bagian utama: orientation, events, dan reorientation.
Untuk bagian orientation, tuliskan poin-poin tentang siapa, kapan, di mana, dan apa yang terjadi secara garis besar. Untuk bagian events, tuliskan kejadian-kejadian penting yang ingin kamu ceritakan dalam urutan kronologis. Untuk bagian reorientation, pikirkan kesimpulan atau refleksi apa yang ingin kamu sampaikan.
Membuat outline seperti ini akan membantu kamu menulis dengan lebih terstruktur dan tidak kehilangan arah di tengah jalan.
Sekarang saatnya menulis! Ingat untuk menggunakan simple past tense secara konsisten, menyertakan kata penghubung waktu untuk menunjukkan urutan kejadian, dan menggunakan bahasa deskriptif agar cerita lebih hidup.
Jangan terlalu khawatir dengan kesempurnaan di draft pertama. Yang penting adalah mengeluarkan semua ide kamu terlebih dahulu. Kamu bisa memperbaikinya nanti di tahap editing.
Setelah selesai menulis draft pertama, baca kembali tulisan kamu dengan saksama. Periksa apakah struktur sudah benar, apakah urutan kejadian logis dan mudah diikuti, apakah penggunaan tense sudah konsisten, dan apakah ada kesalahan grammar atau spelling.
Kamu juga bisa meminta teman atau guru untuk membaca tulisan kamu dan memberikan feedback. Kadang orang lain bisa melihat kesalahan atau hal yang perlu diperbaiki yang tidak kamu sadari.
Masih banyak pertanyaan mengenai cara membuat recount text? Nggak perlu khawatir! Kamu bisa mulai belajar bahasa Inggris dengan mudah di SUN English. Dengan teacher berpengalaman, materi interaktif, serta kelas yang dapat disesuaikan dengan keinginan, SUN English menjadi tempat tepat untuk belajar bahasa Inggris. Gabung kelasnya sekarang!
Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu. Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!
Sumber gambar: Unsplash
Related Posts
Connect with SUN Education