Author: Jonathan Kristinus
Updated: 15 January 2026
Syarat menjadi seorang chef profesional tentunya banyak dicari karena semakin banyak orang yang ingin menjadi chef profesional. Bagaimanapun juga, profesi sebagai chef profesional selalu dipandang sebagai profesi yang mengagumkan. Hal ini karena menjadi chef profesional memerlukan banyak upaya dan skill yang mumpuni. Nggak hanya sebatas skill, kamu juga harus mengetahui banyak teknik memasak untuk menciptakan masakan yang sempurna. Apakah kamu juga ingin menjadi chef profesional? Simak beberapa syarat menjadi chef profesional yang perlu kamu ketahui!
Sebelum kita bahas syarat-syaratnya, yuk kita luruskan dulu perbedaan chef dan koki. Soalnya banyak yang masih suka ketuker!
Chef adalah kepala juru masak profesional yang nggak cuma memasak, tapi juga bertanggung jawab merancang menu, mengelola dapur, melatih staf, dan mengatur bahan baku. Chef biasanya punya pendidikan formal kuliner dan bekerja dalam hierarki dapur yang jelas.
Sementara koki adalah juru masak yang mengeksekusi resep sesuai instruksi chef. Koki bisa belajar otodidak atau dari pengalaman, dan fokusnya lebih ke menyiapkan dan memasak makanan. Dari segi tanggung jawab dan gaji, chef tentunya lebih tinggi karena perannya lebih besar.
| Tingkatan | Peran dan Tanggung Jawab | Pengalaman yang Dibutuhkan |
|---|---|---|
| 1. Commis Chef | Entry level, membantu persiapan bahan, bersih-bersih dapur | 0-2 tahun |
| 2. Demi Chef de Partie | Membantu Chef de Partie mengawasi bagian tertentu | 2-3 tahun |
| 3. Chef de Partie (Line Chef) | Memimpin satu stasiun dapur (saus, grill, appetizer, dll) | 3-5 tahun |
| 4. Sous Chef | Tangan kanan Head Chef, mengawasi operasional harian dapur | 5-8 tahun |
| 5. Chef de Cuisine / Head Chef | Kepala dapur, bertanggung jawab atas semua aspek kuliner | 8-10 tahun |
| 6. Executive Chef | Pemimpin tertinggi, mengawasi beberapa dapur/outlet, strategi menu | 10+ tahun |
| 7. Culinary Director | Level eksekutif, merancang strategi kuliner perusahaan multi-lokasi | 15+ tahun |

Sebagai seorang chef, kamu harus memiliki spesialisasi atau keahlian khusus yang membedakan kamu dengan chef lainnya. Ada chef yang memilih spesialisasi dalam membuat pastry, roti, atau cuisine. Nggak sampai di situ, spesialisasi kamu juga nantinya akan menentukan di mana kamu berkarir. Masing-masing restoran memiliki spesialisasi, misalnya fine dining, fast food, family style atau fusion. Dengan memiliki spesialisasi ini, kamu bisa lebih fokus dalam belajar dan tentunya dalam berkarir di dalam culinary art.
BACA JUGA: 10 Alasan Memilih Jurusan Tata Boga Tepat Bagimu!
Syarat menjadi chef profesional berikutnya adalah dengan mengambil program kuliah kuliner. Di Indonesia, masih terhitung jari universitas atau institusi yang menyediakan program kuliah culinary art. Makanya, nggak ada salahnya untuk memilih opsi kuliah di luar negeri untuk mendalami ilmu di bidang kuliner. Melalui program kuliah kuliner ini kamu bisa belajar berbagai resep, bahan, teknik dan tentunya mengetahui terminologi memasak dari seluruh dunia.
Bahkan beberapa sekolah memasak ini menyediakan dapur profesional untuk berlatih mahasiswanya. Mulai dari fasilitas hingga peralatannya sama persis yang digunakan di dapur industri. Selain mendapatkan ilmu, setelah lulus kamu akan mendapatkan sertifikat. Sertifikat ini bisa menjadi bekal kamu untuk berkarir di industri kuliner manapun.
BACA JUGA: Le Cordon Bleu Paris:Jurusan, Lama Studi, Biaya, Beasiswa

Practice makes perfect. Yup, begitu juga dengan memasak. Keahlian memasakmu harus terus kamu latih. Cara berlatihnya pun bermacam-macam, mulai dari mempraktikan aneka cara memotong bahan, menggunakan alat masak, membuat adonan, bahkan mencicip rasa baru untuk bisa kamu recreate resepnya. Intinya, skill memasak seperti pisau, semakin kamu asah akan semakin tajam.
BACA JUGA: Baru Update! Ini Biaya Kuliah Le Cordon Bleu Australia
Menjadi seorang chef profesional harus mencari banyak pengalaman. Tak cukup hanya berlatih di dapur kampus atau rumah, nggak ada salahnya untuk mencari pengalaman kerja. Misalnya menjadi cooking helper di restoran atau cafe. Dengan mendapatkan pengalaman kerja ini, kamu sudah bisa mendapat pandangan bagaimana dapur industri bekerja. Kamu belajar bagaimana pembagian pekerjaan, time management hingga problem solving saat kamu menghadapi tantangan di dapur. Semakin banyak pengalaman kerja, kamu juga akan semakin unggul di mata employer, lho.

Syarat lain menjadi chef profesional adalah mengikuti kontes memasak. Belakangan, kontes memasak seperti MasterChef sedang banyak peminatnya. Bukan hanya mengejar popularitas, dengan mengikuti kontes memasak ini kamu bisa menunjukan kemampuan memasakmu. Nggak hanya kemampuan memasak, skill dalam memecahkan masalah di tengah situasi genting hingga kreatifitasmu juga bisa terlihat saat kamu mengikuti kontes memasak. Perlu diingat, semakin bergengsi kontes memasak yang kamu ikuti, semakin terlihat betapa kamu mampu dan siap menjadi seorang chef profesional.
Terakhir adalah dengan mengambil sertifikasi spesialisasi. Tentunya setelah kamu mengambil spesialisasi yang sesuai minat dan bakatmu, kamu pasti ingin lebih mendalaminya bukan? Tenang, sekolah memasak seperti Le Cordon Bleu membuka banyak kelas spesialisasi dimana kamu nantinya akan mendapatkan sertifikat setelah berhasil menamatinya.
Sertifikasi chef profesional dari Le Cordon Bleu umumnya berbentuk certificate (Basic/Intermediate/Superior) dan diploma (Cuisine, Pastry, Boulangerie), termasuk paket paling populer yaitu Grand Diplôme® (gabungan Cuisine + Pastry).
Cuisine: Basic Cuisine Certificate, Intermediate Cuisine Certificate, hingga Superior Cuisine Certificate (sering menjadi “tahapan” menuju Diplôme de Cuisine).
Pâtisserie/Pastry: jalur sertifikat berjenjang sampai level superior, lalu dapat menjadi Diplôme de Pâtisserie.
Boulangerie (roti): tersedia sebagai diploma khusus roti serta sertifikat dasar (mis. Basic Boulangerie Certificate).
Short courses / kelas spesialisasi: kelas singkat untuk topik tertentu (mis. pastry, saus, dll.), durasinya lebih pendek dibanding program diploma.
Bidang pendukung profesional (tergantung kampus): misalnya Wine & Spirits atau program yang menggabungkan kuliner dan manajemen.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, nggak ada salahnya untuk belajar culinary art di luar negeri. Memiliki sertifikat atau ijazah pendidikan formal culinary art di luar negeri tentunya membuka peluangmu untuk berkarir di kancah internasional. Apalagi sekolah memasak di luar negeri juga memberikanmu kesempatan internship saat kuliah. Artinya kamu bisa mendapat pengalaman kerja bahkan saat masih duduk di bangku kuliah. Nggak perlu khawatir, persiapan untuk kuliah di luar negeri bisa dibantu SUN Education, lho. Mulai dari konsultasi jurusan kuliah, permohonan visa pelajar, hingga akomodasi selama kuliah di luar negeri bisa kita bantu, lho. Jadi, nggak perlu khawatir untuk memulai perkuliahanmu sekarang juga!
Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu. Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!
Related Posts
Connect with SUN Education