Working Holiday Visa (WHV): Syarat, Biaya, Cara Membuat dll
Banyak orang tertarik mengajukan
Working Holiday Visa (WHV) untuk mendapatkan pengalaman bekerja dan gaji yang lebih besar. Selain itu WHV memberikan banyak kesempatan seperti mengembangkan keterampilan baru hingga memperluas jaringan. Tak heran, WHV menjadi pilihan bagi mereka yang ingin liburan sekaligus produktif. Simak lebih lanjut untuk mengetahui mengenai Working Holiday Visa berikut ini.
Apa Itu Working Holiday Visa (WHV)?
Working Holiday Visa (WHV) adalah jenis visa khusus yang dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara kepada warga negara asing yang memenuhi syarat, untuk melakukan perjalanan dan bekerja sementara waktu di negara tersebut. Program ini ditujukan bagi kaum muda yang ingin menjelajahi budaya baru dan memperoleh pengalaman internasional. Working Holiday Visa memungkinkan kamu menikmati pengalaman baru di luar negeri sekaligus mengembangkan keterampilan dan memperkaya wawasan hidupmu. BACA JUGA:
Visa Amerika: Biaya, Syarat Apply, Masa Berlaku, Cara Memperpanjang Tanpa Wawancara Negara Yang Bisa Apply WHV
Kamu mungkin sedang bertanya-tanya, "Negara mana yang paling cocok untuk aku jalani program Working Holiday Visa?" Terdapat beberapa opsi dari Australia, New Zealand hingga Kanada. Untuk mengetahui mana yang terbaik, yuk kita bahas satu per satu!
Australia
Australia sering banget jadi tujuan utama untuk pemegang Working Holiday Visa, terutama bagi warga negara Indonesia. Kenapa? Karena negara ini punya banyak peluang kerja, terutama di sektor pertanian, hospitality, dan pariwisata. Kalau kamu suka suasana santai dengan cuaca hangat, pantai indah, dan gaya hidup yang rileks, Australia wajib masuk daftar. Keunggulan Utama: - Banyak peluang kerja: Dari memetik buah di perkebunan sampai bekerja di kafe-kafe kota besar seperti Sydney atau Melbourne.
- Gaji yang menarik: Upah minimum di Australia cukup tinggi, jadi kamu bisa menabung sambil liburan.
- Dekat dengan Indonesia: Lokasinya tidak terlalu jauh, jadi gampang kalau kamu mau pulang atau ada keperluan mendadak.
Catatan: Australia juga punya biaya hidup yang cukup tinggi, terutama di kota-kota besar. Jadi, kamu perlu pintar mengatur pengeluaran. New Zealand
Kalau kamu suka suasana alam yang menakjubkan, Selandia Baru adalah pilihan sempurna. Negara ini terkenal dengan pemandangannya yang indah, seperti pegunungan, danau, dan padang hijau yang bikin kamu merasa seperti di film The Lord of the Rings. Selain itu, Selandia Baru juga punya banyak pekerjaan musiman di sektor pertanian dan pariwisata. Keunggulan Utama: - Alam yang luar biasa: Kamu bisa bekerja sekaligus mengeksplorasi tempat-tempat indah seperti Milford Sound atau Lake Tekapo.
- Komunitas ramah: Orang-orang Selandia Baru (atau Kiwis) terkenal baik dan ramah terhadap pendatang.
- Visa mudah diperpanjang: Jika kamu bekerja di sektor tertentu, ada peluang untuk memperpanjang masa tinggalmu.
Catatan: Biaya hidup di Selandia Baru sedikit lebih rendah dibandingkan Australia, tapi tetap tergolong tinggi untuk standar Indonesia. Kanada
Jika kamu ingin merasakan hidup di negara dengan musim dingin yang indah, Kanada adalah pilihan yang menarik. Program International Experience Canada (IEC) memungkinkan kamu bekerja di berbagai sektor, mulai dari pariwisata hingga pekerjaan musiman di resor ski. Kanada juga terkenal dengan masyarakatnya yang multikultural, jadi kamu akan merasa cepat beradaptasi. Keunggulan Utama: - Kesempatan kerja yang luas: Dari bekerja di kafe hingga menjadi instruktur ski di pegunungan.
- Kaya budaya: Kamu bisa belajar budaya lokal dan menikmati festival besar seperti Calgary Stampede atau Festival Film Toronto.
- Pengalaman musim dingin: Kalau kamu belum pernah melihat salju, Kanada akan jadi pengalaman pertama yang berkesan.
Catatan: Biaya hidup di Kanada sangat bervariasi tergantung kota. Kota-kota besar seperti Vancouver atau Toronto cenderung mahal, tapi ada banyak kota kecil yang lebih terjangkau. Inggris (UK)
Inggris adalah pilihan menarik jika kamu ingin merasakan hidup di Eropa dan menyelami budaya yang kaya. Program Youth Mobility Scheme memungkinkan kamu bekerja di berbagai sektor, termasuk retail, hospitality, dan media. Tinggal di Inggris juga memberikan akses mudah ke negara-negara Eropa lainnya untuk traveling. Keunggulan Utama: - Pengalaman budaya yang kaya: Dari istana kerajaan hingga teater di West End, Inggris punya banyak hal untuk dieksplorasi.
- Kesempatan karier: Inggris punya banyak perusahaan internasional, jadi ini bisa jadi batu loncatan untuk kariermu.
- Dekat dengan Eropa: Kamu bisa dengan mudah mengunjungi negara-negara seperti Prancis, Spanyol, atau Italia.
Catatan: Biaya hidup di Inggris, terutama di London, sangat tinggi. Jadi, kamu perlu mempersiapkan dana ekstra. Jepang
Kalau kamu tertarik dengan budaya Asia Timur, Jepang bisa jadi pilihan yang menarik. Program Working Holiday Visa Jepang memungkinkan kamu bekerja di kota-kota besar seperti Tokyo atau Osaka, sambil menikmati keindahan pedesaan tradisional di tempat-tempat seperti Kyoto atau Hokkaido. Keunggulan Utama: - Budaya yang unik: Jepang menawarkan pengalaman budaya yang kaya, dari makanan lezat hingga festival tradisional.
- Peluang kerja di sektor hospitality: Banyak pekerjaan di hotel, restoran, atau bahkan resor ski.
- Transportasi yang luar biasa: Kamu bisa dengan mudah menjelajahi seluruh negeri dengan kereta cepat (Shinkansen).
Catatan: Jepang mungkin cukup menantang bagi kamu yang belum fasih berbahasa Jepang, meskipun ada pekerjaan yang tidak membutuhkan kemampuan bahasa tinggi. BACA JUGA:
Apa Itu Visa Schengen? Cek Selengkapnya Dokumen Wajib Liburan ke Eropa ini! Syarat Membuat Working Holiday Visa
Untuk mendapatkan Working Holiday Visa (WHV), terdapat beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi. Salah satunya terkait usia, kewarganegaraan, dan bukti finansial. Secara umum pelamar WHV harus berusia antara 18 hingga 30 tahun, namun beberapa negara memperpanjang batas usia hingga 35 tahun. Selain itu, calon pelamar harus berasal dari negara yang telah memiliki perjanjian WHV dengan negara tujuan.
Ketentuan Umum
Salah satu ketentuan umum WHV adalah kamu tidak boleh membawa anak atau tanggungan lain selama program ini berlangsung. Sebagian besar program Working Holiday Visa hanya terbuka untuk kaum muda berusia 18–30 tahun seperti Australia. Namun, ada beberapa negara yang lebih fleksibel, memperbolehkan pelamar hingga usia 35 tahun.
Syarat Dokumen Untuk Membuat Working Holiday Visa
- Paspor yang masih berlaku minimal 18 bulan
- Sertifikat kesehatan
- Bukti Kualifikasi Pendidikan
- Sertifikat Bahasa Inggris (IELTS/TOEFL)
- Bank Statement (Dengan saldo minimal yang ditentukan)
- Biaya aplikasi visa
- Surat dari dukungan dari Direktorat Jenderal Imigrasi
- SKCK
- Kartu Keluarga
BACA JUGA:
Awas, Ini 11 Alasan Visa Ditolak yang Sering Terjadi! Cara Mengajukan WHV dan Prosesnya
Pengajuan Working Holiday Visa (WHV) memerlukan sejumlah langkah penting yang perlu kamu persiapkan dengan baik. Biar tidak gagal berikut ini cara membuatnya.
Riset Negara Tujuan dan Kuota WHV
Langkah pertama yang perlu kamu lakukan dalam membuat WHV adalah memilih negara tujuan. Setiap negara memiliki persyaratan dan kuota WHV berbeda, termasuk untuk Indonesia. Sebagai contoh kuota WHV Australia untuk Indonesia yang terbatas hanya untuk 4796 orang saja.
Persiapan Finansial
Setelah mengetahui negara tujuan, kamu wajib menunjukkan bukti dana minimal AUD 5.000 sebagai modal awal. Dana ini diperlukan untuk memastikan kamu dapat memenuhi kebutuhan selama berada di negara tujuan sebelum mendapatkan pekerjaan.
Memastikan Kriteria Usia dan Pengalaman
Working Holiday Visa umumnya terbuka untuk pelamar berusia 18-30 tahun. Selain itu, beberapa negara mensyaratkan pengalaman kerja atau pendidikan tertentu, seperti minimal D-III atau setara dengan dua tahun pendidikan universitas.
Mempersiapkan Dokumen Pendukung
Untuk apply WHV berikutnya kamu harus persiapkan dokumen dari jauh-jauh hari. Beberapa syarat dokumen WHV contohnya seperti Paspor aktif, KTP, SKCK, dan sertifikat kemampuan bahasa Inggris seperti IELTS. Jangan lupa untuk melakukan penerjemahan dokumen ke bahasa Inggris dengan bantuan penerjemah tersumpah. Kemudian pastikan semua dokumen sesuai format yang diminta, biasanya dalam bentuk PDF atau JPEG.
Mengakses Situs Resmi
Langkah selanjutnya dalam membuat Working Holiday Visa (WHV) adalah membuka situs resmi pemerintah negara tujuan, seperti ImmiAccount untuk Australia. Situs ini menyediakan layanan pendaftaran visa secara online, mulai dari pembuatan akun hingga proses verifikasi dokumen.
Membuat Akun dan Mengisi Formulir Aplikasi
Setelah masuk ke situs resmi, kamu perlu membuat akun dengan alamat email aktif. Langkah selanjutnya adalah mengisi formulir aplikasi secara online dengan data pribadi, seperti informasi paspor dan tujuan kunjungan
Mengunggah Dokumen Pendukung
Setelah formulir terisi, unggah dokumen wajib seperti paspor, KTP, foto paspor, dan bukti keuangan minimal AUD 5.000. Semua dokumen harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan dipindai dengan jelas.
Membayar Biaya Visa
Selanjutnya, lakukan pembayaran biaya aplikasi visa melalui metode yang tersedia, seperti kartu kredit atau PayPal. Untuk WHV Australia, biaya visa saat ini adalah AUD 635.
Menunggu Konfirmasi
Setelah semua langkah selesai, kamu hanya perlu menunggu konfirmasi pendaftaran dari pihak imigrasi. Proses ini biasanya memakan waktu 14 hari atau beberapa minggu, tergantung pada volume aplikasi.
Proses Persetujuan Visa
Setelah kamu mengajukan Working Holiday Visa (WHV), tahap berikutnya adalah menunggu persetujuan. Proses ini biasanya memakan waktu antara 14 hari hingga beberapa minggu. Penting untuk memeriksa status aplikasi secara berkala melalui akun di situs resmi imigrasi negara tujuan.
Persiapan Wawancara (Jika Diperlukan)
Beberapa negara mungkin meminta wawancara untuk memverifikasi informasi dalam aplikasi WHV kamu. Namun, beberapa program WHV telah menghapus tahap ini. Jika diwajibkan wawancara dapat dilakukan secara langsung atau melalui panggilan video. Kamu akan diminta menjawab pertanyaan seputar rencana kerja, tujuan kunjungan, dan kesiapan finansial.
Menunggu Hasil Keputusan
Setelah wawancara atau pengajuan dokumen selesai, kamu perlu bersabar menunggu keputusan akhir. Approval WHV dan penerbitannya akan membutuhkan waktu sekitar 46-86 hari. Jika visa disetujui, kamu akan menerima notifikasi melalui email atau akun ImmiAccount. Dalam kasus penolakan, biasanya disertai alasan dan instruksi lebih lanjut. BACA JUGA:
Wajib Tahu! Perbedaan Paspor dan Visa Sebelum Kuliah ke Luar Negeri Biaya Pembuatan WHV
Setiap negara memiliki biaya yang berbeda untuk
Working Holiday Visa (WHV). Untuk negara Australia, biaya pengajuan WHV subclass 462 adalah AUD 635 atau sekitar Rp6,6 juta. Biaya ini sudah termasuk pengolahan aplikasi tetapi belum termasuk pemeriksaan kesehatan atau tes bahasa. Sementara itu, biaya WHV untuk Selandia Baru lebih terjangkau sekitar NZD445 atau Rp4,2 juta. Sedangkan untuk Jepang, biaya pengajuan WHV untuk sementara gratis. Kalau di Kanada biaya mengajukan WHV yaitu CAD172 (Rp.1.951.500) yang jika dirupiahkan. BACA JUGA:
Post Study Work Visa Subclass 485 Kerja Setelah Lulus Kuliah di Australia Masa Berlaku Working Holiday Visa
Durasi masa berlaku WHV bervariasi di setiap negara. Contohnya seperti Australia dan Jepang yang memberikan masa tinggal selama 12 bulan. Namun, WHV Australia bisa diperpanjang hingga tiga tahun jika kamu memenuhi syarat, seperti bekerja di sektor pertanian. Sedangkan masa berlaku WHV Kanada durasinya lebih fleksibel, antara 12 hingga 24 bulan, tergantung pada jenis program. Kemudian Selandia Baru memiliki awalnya hanya punya masa berlaku WHV selama 6 bulan, tetapi dapat diperpanjang hingga 36 bulan bagi mereka yang bekerja di sektor pertanian selama minimal tiga bulan.
Kuota Working Holiday Visa Untuk Indonesia
Dilansir dari imigrasi Australia, kuota visa WHV untuk Indonesia tahun 2024 hanya tersedia untuk 4796 orang. Sedangkan kuota untuk new zealand belum ada. Sementara untuk Kanada tidak ada statement spesifik pembatasan Kuota WHV. Sedangkan untuk jepang belum ada update berapa banyak kuota WHV-nya. Dilansir dari website ministry of foreign affair jepang, pada tahun 2023 Indonesia mendapatkan kuota 100 orang saja.
Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu. Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!