Destinasi Studi
watermark
SUN Education Group

/

UK

/

16 Culture Shock di Inggris yang Harus Kamu Antisipasi

16 Culture Shock di Inggris yang Harus Kamu Antisipasi

Author:

Updated: 09 December 2025

Mau kuliah ke UK tapi takut culture shock? Tenang, kamu nggak sendirian kok! Banyak banget mahasiswa Indonesia yang awalnya kaget sama budaya orang Inggris yang beda 180 derajat. Mulai dari kebiasaan antri yang super ketat, obsesi bilang "sorry" tiap detik, sampai sistem penilaian kampus yang bikin melongo! Nah, daripada kamu kaget pas udah sampai sana, lebih baik kita bahas dulu nih apa saja hal-hal yang bisa membuatmu culture shock setibanya di sana.

Budaya Antri yang Super Ketat

Orang UK itu serius banget sama yang namanya antri atau "queuing"! Jangan pernah nekat menyelak karena bisa membuat mereka marah!  Kalau kamu melanggar aturan antri, bersiap-siaplah dengar suara berdehem atau batuk-batuk yang menandakan mereka nggak seneng. Budaya antri ini berlaku di mana aja, mulai dari naik bus, beli kopi, bahkan masuk toilet umum.

Kebiasaan Bilang "Sorry" Terus-Menerus

Culture shock di UK berikutnya adalah kebiasaan warga lokal yang suka banget bilang "sorry", bahkan bisa sampai puluhan kali sehari. Mereka bilang sorry waktu cuaca lagi jelek atau bahkan cuma lewat di depan orang. Jadi jangan kaget kalau teman UK-mu bilang sorry terus ya, itu bukan berarti mereka merasa bersalah. Ini cuma budaya mereka untuk jaga keharmonisan sosial dan menunjukkan empati dalam bersosial.

BACA JUGA: Agen Kuliah ke Inggris Terpercaya dan Lengkap Layanannya  

Obsesi dengan "Please" dan "Thank You"

Selain sorry, orang-orang di Inggris juga obsesi dengan kata "please" dan "thank you" di hampir setiap interaksi sosial. Contoh waktu beli roti, mereka bakal bilang "Please could I have that loaf there, thanks". Dalam satu transaksi simpel bisa ada 4-6 kali ucapan please dan thank you. Kalo kamu lupa bilang please, penjualnya bahkan bisa tanya "What's the magic word?" yang artinya mereka menunggu kamu bilang please. Ini penting banget dipahami karena di mata orang UK, nggak menggunakan please dan thank you dianggep nggak sopan dan kamu dianggap bossy.

Small Talk Tentang Cuaca Setiap Hari

"Nice weather today, isn't it?", itu kalimat yang akan kamu dengar berkali-kali setiap hari atau bahkan nantinya kamu ucapkan. Orang UK sering banget ngomong cuaca sebagai conversation starter dengan siapa aja, bahkan orang asing. Mereka bisa ngobrol puluhan menit hanya membahas cuaca saja. Makanya ramalan cuaca sering jadi tontonan wajib setiap pagi.

Sistem Pemanas dan Radiator yang Ribet

Culture Shock lain di UK yang akan kamu alami adalah sistem heating dengan central heating dan radiator di setiap ruangan. Kamu akan nemuin radiator yang panas banget tapi ruangan tetep dingin, timing system yang on-off otomatis, dan lonjakan biaya listrik serta gas yang melonjak di musim dingin.

Diskusi Kelas yang Super Aktif 

Kalau di Indonesia kamu biasa dengan kelas yang relatif tenang dan mahasiswa jarang bertanya, di UK malah kebalikannya! Mahasiswa di sini aktif banget bertanya dan diskusi di kelas, bahkan bisa interupsi dosen untuk bertanya. Bahkan dosen bisa langsung nanya ke kamu kalau kamu diem saja. Critical thinking dan argumen pribadi sangat didorong, dan diam terus malah dianggap nggak engage dengan materi.

BACA JUGA: Ini Dia, Informasi Terbaru Biaya Kuliah di Inggris S1 sampai S3 untuk Kamu  

Sistem Penilaian Kampus yang Bikin Kaget

Siap-siap shock dengan sistem penilaian UK yang beda banget sama Indonesia! Kalau kamu dapet nilai 70+, kamu udah masuk kategori First Class (setara A), bukan kayak di Indonesia yang 70 masih dianggap B atau kurang. Yang bikin makin shock, dapet nilai 80+ di UK itu cukup sulit dan biasanya cuma 7-15% mahasiswa dari 100 orang yang bisa mendapatkan. Jadi kalau kamu dapet 65 di UK, itu sudah terhitung baik dan setara dengan 80-85 di sistem Indonesia. Penjabarannya seperti ini:

  • 70+ = First Class
  • 60-69 = Upper Second Class (2:1)
  • 50-59 = Lower Second Class (2:2)
  • 40-49 = Third Class
  • Di bawah 40=fail

Cuaca yang Nggak Bisa Ditebak

Culture shock yang paling universal dialami orang Indonesia di UK adalah cuacanya yang super unpredictable. Selama di UK kamu akan berkenalan dengan sensasi dingin yang menusuk tulang, angin yang menggigit, dan kelembapan yang bikin 5 derajat terasa kayak di bawah nol.

Pagi cerah bisa tiba-tiba hujan, pas siang angin bisa kencang tiba-tiba, dan suhu bisa drop drastis dalam hitungan jam. Yang paling challenging pas winter yang suhunya bisa sampai minus. Setiap kamu berangkat kuliah pastikan selalu pakai baju berlapis, jaket tebal, dan bawa payung kemana-mana.

Kesakralan Dalam Minum Teh

Warga di Inggris mengganggap tea time bukan sekadar minum teh, tapi seperti ritual budaya yang sakral. Mereka minum teh hampir setiap hari dan bahkan sehari bisa lebih dari secangkir lho. Bahkan ada beberapa kategori waktu dalam minum teh.

Pertama morning tea pas bangun tidur, terus Elevenses (tea break jam 11 pagi), Afternoon tea (jam 3-5 sore dengan finger sandwiches dan scones), dan High tea (jam 5-7 sore yang lebih formal). Jangan kaget kalau tiba-tiba teman kuliahmu pas kuliah di Inggris bilang "fancy a cuppa?" (mau minum teh?) berkali-kali dalam sehari. Kalau kamu menolak, mereka bakalan mikir kamu aneh, karena bagi orang UK tea time sangat penting buat bersosialisasi.

BACA JUGA: Mau Tahu Lama Kuliah di Inggris? Ini Panduan Lengkapnya!  

Makanan yang Hambar tapi Porsi Gede

Siap-siap kaget dengan makanan UK yang rasanya bland banget dibanding makanan Indonesia yang kaya bumbu! Kebanyakan makanan tradisional  seperti fish and chips, shepherd's pie, atau bangers and mash itu rasanya monoton dan nggak pake rempah-rempah.

Selain hambar, biasanya porsi yang dikasih sangat banyak. Lalu orang UK juga sering masak sayuran yang direbus sampai lembek. Tapi untungnya sekarang banyak Asian grocery stores di kota-kota besar UK, jadi tinggal masak aja.

Flat Sharing dan House Rules yang Ketat

Kalau kamu nanti tinggal di shared accommodation saat kuliah di UK, maka kamu akan berhadapan dengan aturan-aturan unik yang harus diikuti. Pertama ada yang disebut kitchen rota yaitu giliran masak dan bersihin kitchen buat penghuni. Terus bathroom schedule yaitu jadwal pakai kamar mandi, kalo telat kamu bakalan nggak dikasih giliran sampe semua penghuni akomodasi yang ada di list kelar mandi.

Kemudian ada juga bills splitting yaitu patungan bagi rata biaya listrik, gas, internet. Terakhir ada House meeting untuk bahas peraturan di akomodasi dan waktu tenang di jam-jam tertentu.

BACA JUGA: Beda Banget! Ini Perbandingan Kuliah di Inggris dan Indonesia yang Wajib Kamu Tahu  

Shopping Hours yang Terbatas

Culture shock berikutnya adalah jam buka toko yang sangat terbatas dibanding Indonesia yang minimarket buka 24 jam. Jangan kaget kalau di UK banyak toko yang tutup jam 5-6 sore di weekdays, supermarket tutup jam 8-10 malem, bahkan hari minggu lebih pendek lagi.

Hal ini karena ada aturan yang namanya "Sunday trading laws" bikin toko besar di Inggris cuma boleh buka 6 jam di hari minggu dan bahkan banyak toko kecil yang wajib tutup total. Makanya kamu harus belanja kebutuhan sehari-hari pas weekdays, karena kamu nggak bisa shopping kapan aja kayak di Indonesia. Jadi kalo mau belanja, harus pintar-pintar atur waktunya!

NHS dan Healthcare System yang Ribet

Sistem kesehatan NHS (National Health Service) di UK bisa bikin culture shock karena cara kerjanya beda banget sama Indonesia! Kalau di Indonesia kamu biasa langsung ke dokter spesialis atau RS swasta dengan pakai asuransi seperti BPJS ataupun bayar sendiri. Kesehatan GRATIS tapi waiting list panjang banget, layanan darurat gratis di A&E, tapi ada biaya resep untuk obat.

Study-Work-Life Balance yang Ketat

Culture shock lain adalah kebiasaan orang UK terhadap study-work-life balance yang benar-benar ketat. Mereka sangat respect soal waktu pribadi setiap orang. Pas jam pulang, kampus di UK bakalan cepet banget kosong, libur di weekend itu sakral dan jarang banget ada yang lembur ataupun belajar.

BACA JUGA: Seberapa Tinggi Tingkat Kualitas Hidup di Inggris? Cek Gambarannya!  

Komunikasi yang Sangat Blak-blakan

Orang UK komunikasinya lebih blak-blakan dibanding orang Indonesia yang cenderung penuh basa-basi. Misalnya Indonesia berkata "Mungkin sebaiknya kamu pertimbangkan untuk..." tapi orang UK akan berkata "kamu harus..." atau "Itu salah". Kamu harus beradaptasi dengan gaya komunikasi yang lebih blak-blakan ini tanpa merasa terserang pribadi. Karena orang-orang di Inggris tidak bermaksud kasar, tapi secara budaya bicara mereka memang lebih lugas.

Tidak Suka Banyak Kontak Fisik

Culture shock di UK yang terakhir adalah konsep personal space mereka yang berbeda banget! Orang Inggris sangat menghargai personal space dan meminimalkan kontak fisik dengan jabat tangan dibandingkan pelukan untuk menyapa. Harus ada jarak dan tidak boleh bersentuhan saat bercakap-cakap. Ibarat mereka punya "gelembung" tak kasat mata yang harus kamu hormati. Beda dengan di Indonesia kita biasa dengan kedekatan fisik dan sentuhan santai seperti menepuk pundak.

Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu.   Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!

Related Posts


Connect with SUN Education


Enter your details and get a free counselling session with our experts so they can connect you to the right course, country, and university.

Select...

Select...
Select Study Destination...
Select Major...

Select...

By checking this box, you agree to be contacted by SUN Education and its partner universities/collages via email/text message/phone