Destinasi Studi
watermark
SUN Education Group

/

News Id

/

Cara Belajar Bahasa Inggris dari Nol Secara Sistematis

Cara Belajar Bahasa Inggris dari Nol Secara Sistematis

Author: Jonathan Kristinus

Updated: 26 January 2026

Belajar bahasa Inggris bagi orang Indonesia punya tantangan unik. Mulai dari kesulitan pelafalan, lingkungan belajar yang terbatas, sampai rasa gugup saat berbicara. Kebanyakan orang Indonesia sulit membedakan suara /f/ dan /v/, suara /th/, dan perbedaan vokal yang halus. Bahkan faktanya lebih dari 100.000 guru SD di Indonesia nggak punya latar belakang formal dalam mengajar bahasa Inggris. Kemudian sekitar 85% siswa mengalami kesulitan dalam berbicara karena kurang percaya diri dan takut salah

Karenanya kali ini SUN Education akan menyajikan cara belajar bahasa Inggris berdasarkan penelitian terbaru (2019-2026) termasuk hipotesis input Krashen, hipotesis output Swain, dan teori penentuan diri.

1. Kuasai Pelafalan Bahasa Inggris

Langkah pertama belajar bahasa Inggris dari nol harus fokus pada pengenalan dan produksi suara bahasa Inggris. Penelitian pelafalan terkini menyoroti bahwa penutur bahasa Indonesia secara sistematis mentransfer sistem pelafalan bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, yang mengakibatkan penggantian suara dan kesulitan dalam membedakan bunyi.

Contoh Kesalahan Umum:

  • Suara /v/ diganti dengan /f/ (misalnya, "vaksin" diucapkan sebagai "faksin")
  • Suara /th/ yang nggak ada di bahasa Indonesia
  • Perbedaan /r/-/l/ yang membingungkan
  • Vokal pendek vs panjang seperti /ɪ/ versus /iː/

Strategi Belajar yang Efektif:

Metode paling efektif adalah explicit phonetic instruction (EPIC), yang melibatkan pengajaran sistematis dari setiap bunyi Inggris dengan kontras visual dan latihan berulang menggunakan minimal pairs (pasangan kata yang beda satu bunyi aja, seperti "fan" vs "van").

Penelitian menunjukkan bahwa pelajar muda yang diberi instruksi fonetik eksplisit mengalami peningkatan signifikan dalam akurasi pelafalan dan kepercayaan diri berbicara. Metode phonics, yang menghubungkan sistem pengucapan Inggris dengan ejaan, juga terbukti meningkatkan kesadaran bunyi dan kecepatan mengenali kata.

Tools Digital yang Bisa Dipakai:

  • YouTube pronunciation courses untuk tutorial gratis
  • Google Translate untuk mendengar pelafalan
  • Aplikasi berbasis AI yang kasih feedback real-time

Fokus dulu pada suara-suara yang paling bermasalah, terutama /th/ (bersuara dalam "this" dan tak bersuara dalam "thing"), /f/-/v/, /r/-/l/, dan perbedaan vokal pusat sebelum lanjut ke bunyi yang lebih mudah.

Bukti Penelitian:

Penelitian classroom action research pada pelajar SMP Indonesia menunjukkan bahwa kombinasi Google Translate untuk model pengucapan dan praktik bercerita menghasilkan peningkatan rata-rata 3.5 dari 4 dalam aspek pelafalan dalam dua siklus pembelajaran.

Rekomendasi Praktis:

  • Alokasikan 15-20 menit setiap hari untuk latihan minimal pairs
  • Praktik shadowing (meniru pelafalan native speaker)
  • Fokus pada konsistensi daripada kesempurnaan

BACA JUGA: Cara Belajar Bahasa Inggris Untuk Pemula dan Tips Jitunya

2. Bangun Kosakata Dasar Dulu

Kosakata adalah fondasi untuk semua keterampilan bahasa lainnya. Penelitian konsisten menunjukkan bahwa kosakata yang lemah secara langsung menghambat kemampuan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.

Mulai dari Mana?

Pelajar pemula seharusnya mulai dengan 1.000-1.500 kata yang paling sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, termasuk:

  • Sapaan (hello, goodbye, thank you)
  • Angka (one, two, three...)
  • Warna (red, blue, green...)
  • Anggota keluarga (mother, father, sister...)
  • Benda-benda umum di sekitar kita

Jangan Cuma Hafal Daftar Kata!

Pendekatan pembelajaran kosakata yang paling efektif adalah input yang dapat dipahami dalam konteks bermakna, bukan penghafalan daftar kata yang terisolasi. Teori input yang dapat dipahami (comprehensible input) dari Stephen Krashen menyatakan bahwa pemerolehan bahasa terjadi ketika pelajar memahami pesan yang sedikit lebih tinggi dari level profisiensi mereka saat ini (i+1).

Penelitian empiris menunjukkan bahwa pelajar yang dihadapkan pada masukan yang bermakna dalam konteks multimedia, misalnya menonton video pelatihan vocabulary dengan visual yang sesuai, gambar, dan deskripsi audio yang menunjukkan retensi 45% lebih tinggi dibandingkan dengan pelajar yang menggunakan flashcard tradisional.

Aplikasi Gamifikasi = Game Changer!

Aplikasi gamifikasi seperti Quizizz telah terbukti meningkatkan motivasi pembelajaran sebesar 85% dan retensi kosakata sebesar 45%, terutama untuk pengenalan gambar-kata, karena desain berbasis permainan mengurangi kecemasan pembelajaran dan meningkatkan keterlibatan.

Platform podcast Inggris untuk pemula, yang menyajikan dialog autentik dengan kecepatan yang diperlambat, juga mempercepat akuisisi kosakata karena paparan berulang terhadap kata-kata dalam konteks percakapan alami.

Rekomendasi Praktis:

  • Gunakan kombinasi media aplikasi mobile seperti Duolingo, Busuu, atau Drops (yang menawarkan pembelajaran berbasis konteks dan pengulangan berjarak)
  • Tonton konten video bertujuan singkat (3-5 menit) yang fokus pada topik tertentu
  • Alokasikan 20-30 menit per hari untuk pembelajaran kosakata aktif
  • 15 menit untuk input (menonton/mendengarkan)
  • 15 menit untuk output terbimbing (mengucapkan kata-kata dalam kalimat sederhana)

BACA JUGA: 1000 Kosakata Bahasa Inggris dan Artinya A sampai Z

3. Latih Kemampuan Mendengarkan

Mendengarkan adalah keterampilan pertama yang dikembangkan dalam pemerolehan bahasa alami dan berfungsi sebagai saluran utama untuk paparan bahasa asing. Namun, pelajar bahasa Inggris Indonesia sering melaporkan kesulitan dalam memahami Inggris lisan karena paparan terbatas terhadap native speaker, variasi aksen, dan kecepatan berbicara yang cepat.

Mulai dari yang Pelan, Lalu Naikin!

Penelitian menunjukkan bahwa pengajaran mendengarkan harus diatur dalam urutan progresif:

  1. Dimulai dengan input yang sangat disederhanakan dan berjalan lambat (pada kecepatan 70-80% kecepatan normal)
  2. Secara bertahap meningkat ke konten autentik penuh pada kecepatan native speaker

Model Listen-and-Read = Powerful!

Model yang direkomendasikan adalah listen-and-read, di mana pelajar mendengarkan sambil mengikuti teks transkripsi. Ini memungkinkan mereka untuk menghubungkan bunyi dengan bentuk tertulis dan makna secara bersamaan.

Podcast = Teman Belajar Terbaik

Podcast dalam bahasa Inggris untuk pemula seperti "Easy English" atau konten BBC Learning English yang terbukti sangat efektif karena:

  • Menyediakan masukan autentik dalam konteks terfokus
  • Memungkinkan pembelajaran berulang tanpa tekanan waktu
  • Memberikan fleksibilitas aksesibilitas (bisa dengar kapan aja, di mana aja)

Penelitian literatur sistematik menemukan bahwa siswa yang secara teratur mendengarkan podcast menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman mendengarkan, akuisisi kosakata, dan pengucapan, karena mereka terekspos pada ritme alami, intonasi, dan ekspresi bahasa Inggris.

Strategi Pembelajaran Interaktif:

  • Mendengarkan-mengisi-celah (fill in the blanks)
  • Menjawab pertanyaan pemahaman
  • Diskusi kelompok tentang konten yang didengarkan

Sistem Dukungan Berlapis:

  • Mulai dengan subtitle dalam bahasa Indonesia
  • Lalu beralih ke subtitle dalam bahasa Inggris
  • Akhirnya tanpa subtitle sama sekali

BACA JUGA: Teknik Belajar IELTS untuk Pemula yang Mudah dan Pasti

4. Pahami Tata Bahasa Secara Natural

Sementara penguasaan tata bahasa secara historis jadi fokus utama pengajaran bahasa Inggris di Indonesia, penelitian terkini menunjukkan bahwa pengajaran tata bahasa eksplisit yang ketat punya dampak terbatas pada kemampuan bahasa komunikatif dan bahkan bisa menghambat kepercayaan diri berbicara karena meningkatkan kecemasan berbuat kesalahan.

Grammar-Light Approach = Lebih Efektif!

Pendekatan yang lebih efektif adalah grammar-light atau grammar-free bagi pemula, di mana pola tata bahasa diakuisisi secara implisit melalui paparan masukan bermakna dan produksi terbimbing, dengan penjelasan tata bahasa eksplisit ditawarkan hanya sebagai klarifikasi sekunder ketika diperlukan.

Teori Interface Lemah

Teori interface lemah (weak interface model) mengusulkan bahwa pelajar dapat mengintegrasikan pengetahuan tata bahasa eksplisit dengan pengetahuan implisit yang diperoleh melalui penggunaan bahasa yang bermakna.

Penelitian menunjukkan bahwa pelajar pemula Indonesia mencapai hasil terbaik ketika mereka:

  1. Pertama dihadapkan pada contoh tata bahasa dalam konteks percakapan autentik (misalnya, mendengarkan dialog yang mendemonstrasikan present simple dalam percakapan sehari-hari)
  2. Diikuti oleh penjelasan singkat tentang pola (subjek + kata kerja + objek)
  3. Kemudian praktik produksi segera melalui dialog role-play atau pertanyaan terbimbing

Pendekatan Audio-Lingual Komunikatif (ALC)

Pendekatan Audio-Lingual Komunikatif (ALC), yang dikembangkan dan divalidasi melalui penelitian pengembangan di Indonesia, menggabungkan praktik audio berulang dengan aktivitas komunikatif bermakna dalam urutan bertahap.

Penelitian menemukan bahwa kelompok eksperimental yang menggunakan strategi ALC menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menggunakan paket pembelajaran tradisional, terutama dalam kemampuan berbicara yang lancar dan kepercayaan diri komunikatif.

Rekomendasi Praktis:

  • Hindari buku tata bahasa tradisional yang menyajikan aturan dalam isolasi
  • Gunakan bahan pembelajaran yang menunjukkan tata bahasa dalam konteks dialog autentik
  • Manfaatkan video pembelajaran terkurasi (YouTube channels seperti "Learn English with EnglishClass101" atau "BBC Learning English")
  • Alokasikan waktu pembelajaran nggak lebih dari 10 menit per hari untuk penjelasan tata bahasa formal
  • Sisa waktu didedikasikan untuk input bermakna dan praktik output

BACA JUGA: 6 Tingkatan Level Dalam Bahasa Inggris, Kamu Sampai Mana?

5. Kurangi Rasa Takut Berbicara

Kecemasan berbicara (speaking anxiety) adalah penghalang psikologis utama bagi pelajar bahasa Inggris Indonesia. Penelitian kualitatif menunjukkan bahwa pelajar Indonesia secara konsisten melaporkan takut membuat kesalahan, kurang percaya diri, dan enggan untuk berpartisipasi dalam aktivitas berbicara.

Kenapa Kita Takut Ngomong Bahasa Inggris?

Dari perspektif teori self-determination, kecemasan tinggi secara langsung mengganggu perasaan kompetensi dan keamanan psikologis yang diperlukan untuk motivasi intrinsik.

Ciptakan Lingkungan Berisiko Rendah

Strategi paling efektif untuk mengurangi kecemasan berbicara adalah menciptakan lingkungan pembelajaran berisiko rendah di mana kesalahan dipandang sebagai kesempatan pembelajaran daripada kegagalan.

Penelitian classroom action research pada siswa Indonesia menemukan bahwa ketika guru secara eksplisit mengurangi tekanan evaluatif, memberikan umpan balik konstruktif tanpa koreksi langsung, dan mengintegrasikan kegiatan yang menghibur seperti permainan, cerita, dan role-play, partisipasi siswa meningkat 85% dan kepercayaan diri berbicara meningkat secara terukur.

Storytelling = Pengurang Kecemasan Alami

Pendekatan bercerita (storytelling) telah terbukti secara empiris mengurangi kecemasan karena memungkinkan pelajar untuk fokus pada makna dan cerita daripada pada akurasi gramatikal. Ketika digabungkan dengan tools digital seperti Google Translate untuk model pengucapan, cerita memberikan kerangka kerja bermakna untuk produksi bahasa spontan.

Praktik Berpasangan dan Kelompok Kecil

Praktik berpasangan dan kelompok kecil juga mengurangi kecemasan dibanding presentasi di depan kelas besar. Penelitian dari program Bahasa Inggris Masif Kediri menunjukkan bahwa tutor yang menciptakan hubungan dekat dengan siswa dan menggunakan kegiatan interaktif seperti permainan pasangan, diskusi kelompok, dan role-play menghasilkan pembelajaran yang lebih efektif dan lingkungan yang mendukung.

Rekomendasi Praktis:

  • Jika mungkin, cari partner belajar (teman sebaya atau tutor) dan nyatakan dengan jelas bahwa tujuan adalah komunikasi bermakna, bukan kesempurnaan
  • Mulai dengan aktivitas berbicara yang sangat terbimbing (menjawab pertanyaan tertutup dengan satu atau dua kata)
  • Secara bertahap beralih ke percakapan semi-terbimbing (percakapan berdasarkan topik yang disepakati dengan catatan kata kunci)
  • Akhirnya berbicara spontan
  • Gunakan aplikasi seperti HelloTalk, yang menghubungkan pelajar dengan native speaker untuk pertukaran bahasa
  • Atau YouTube untuk merekam monolog pribadi dan membandingkannya dengan model native speaker

BACA JUGA: 15 Tips Meningkatkan Skill Percakapan Bahasa Inggris

6. Praktik Bicara dengan Feedback

Sementara input adalah fondasi dari pemerolehan bahasa, output (produksi bahasa) sangat penting untuk mengubah pengetahuan implisit menjadi keterampilan komunikatif otomatis.

Hipotesis Output Merrill Swain

Hipotesis output Merrill Swain menyatakan bahwa pelajar harus didorong untuk memproduksi bahasa dalam waktu nyata, yang memaksa mereka untuk:

  • Memperhatikan kesenjangan dalam pengetahuan linguistik mereka
  • Mendorong mereka untuk mengotomatisasi operasi tingkat rendah menjadi rutinitas tingkat tinggi

Output Terbimbing + Feedback = Kombinasi Powerful

Penelitian menunjukkan bahwa output terbimbing yang diikuti dengan umpan balik konsisten secara signifikan meningkatkan fluiditas dan akurasi berbicara dibandingkan dengan input saja.

Strategi Produksi Efektif di Indonesia:

Kombinasi dari kegiatan terstruktur dan semi-terstruktur:

  1. Latihan Pola-Praktik-Produksi (PPP): pola baru disajikan, dipraktikkan melalui latihan mekanis, kemudian diproduksi dalam konteks semi-autentik
  2. Tugas berbasis permainan: information gap activities, role-plays, dan diskusi kelompok kecil yang mendorong negosiasi makna dan modifikasi output

Umpan Balik = Komponen Penting

  • Umpan balik langsung (immediate): lebih efektif untuk kesalahan bentuk (tata bahasa, pengucapan)
  • Umpan balik tertunda (delayed): lebih sesuai untuk feedback afektif yang lebih luas

Rekomendasi Praktis:

  • Alokasikan setidaknya 20 menit per hari untuk produksi bahasa aktif
  • Mulai dengan output terbimbing dengan menjawab pertanyaan tertutup, mengulangi dialog, atau melengkapi kalimat
  • Secara bertahap beralih ke output semi-terbimbing (percakapan berdasarkan kartu isyarat atau gambar)
  • Lalu output bebas (percakapan spontan tentang topik yang diminati)
  • Carilah umpan balik dari partner bahasa, guru, atau alat AI
  • Fokus pada pola kesalahan berulang daripada mencoba menyempurnakan setiap ucapan

BACA JUGA: Teks Latihan Speaking English Untuk Tiap Level Penguasaan

7. Perluas Kosakata Secara Berkelanjutan

Setelah membangun kosakata inti (1.000-1.500 kata), pelajar harus secara sistematis memperluas kosakata pasif dan aktif mereka melalui paparan berkelanjutan dan penggunaan.

Pembelajaran Kosakata Terbaik = Konteks Bermakna

Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kosakata terjadi paling baik ketika kata-kata:

  • Dihadirkan dalam konteks bermakna
  • Digunakan secara produktif
  • Diulang dengan interval tertentu

Combined Input-Output Approach

Strategi paling efektif untuk ekspansi kosakata adalah combined input-output approach:

  1. Pelajar pertama dihadapkan pada kata-kata baru dalam konteks membaca atau mendengarkan (input)
  2. Kemudian diminta untuk menggunakan kata-kata tersebut dalam percakapan atau penulisan dengan bimbingan (output terbimbing)
  3. Terakhir didorong untuk menggunakan kata-kata secara independen dalam konteks baru (output bebas)

Penelitian dengan pelajar muda menunjukkan bahwa pelajar yang terlibat dalam output instruction (khususnya output yang dipaksakan dengan umpan balik korektif) mencapai skor yang jauh lebih tinggi dalam tes kosakata produktif dibandingkan dengan kelompok input saja.

Konten Autentik = Kosakata yang Kaya

Konten autentik seperti artikel berita sederhana, blog, podcast tematik, dan video YouTube bisa memberikan konteks kosakata yang kaya dan relevan.

Aplikasi seperti LingQ atau Lingopie memungkinkan pelajar untuk membaca atau menonton konten autentik dengan dukungan terjemahan inline dan catatan, memfasilitasi pembelajaran incidental dalam konteks bermakna.

Rekomendasi Praktis:

  • Setelah menguasai kosakata inti, fokus pada pembelajaran kosakata berbasis topik (misalnya, karir, hobi, perjalanan)
  • Gunakan konten autentik yang sesuai dengan minat pribadi
  • Kombinasi membaca (15 menit), mendengarkan (15 menit), dan berbicara tentang topik (10 menit) setiap hari
  • Catat kata-kata baru dalam buku catatan
  • Gunakan sistem pengulangan berjarak (spaced repetition) menggunakan aplikasi seperti Anki untuk memastikan retensi jangka panjang

8. Praktik Pronunciation Secara Sistematis

Meskipun pengucapan sering diabaikan dalam pengajaran bahasa Inggris di Indonesia, pengucapan yang jelas secara langsung mempengaruhi kecerdasan (intelligibility) dan kepercayaan diri pelajar dalam komunikasi interpersonal.

Masalah Pengucapan yang Nggak Ditangani = Susah Diperbaiki Nanti

Penelitian menunjukkan bahwa masalah pengucapan yang tidak ditangani secara eksplisit pada tahap awal cenderung menetap dan menjadi sulit untuk diperbaiki nanti.

Strategi Perbaikan Pengucapan untuk Orang Indonesia:

  1. Fokus sistematis pada suara-suara problematik: dengan minimal pairs dan kontras visual (misalnya, membandingkan /f/ dan /v/ melalui minimal pairs seperti "fan" vs. "van")
  2. Praktik word stress dan intonasi: melalui shadowing (menirukan native speaker) dan recording (merekam diri sendiri dan membandingkan)
  3. Integrasi praktik pengucapan: ke dalam konteks percakapan bermakna daripada latihan isolasi

Self-Recording dan Self-Monitoring = Super Efektif

Teknik self-recording dan self-monitoring telah terbukti sangat efektif karena memungkinkan pelajar untuk mendengarkan ucapan mereka sendiri dan membandingkannya dengan model native speaker tanpa malu atau tekanan sosial.

Aplikasi seperti Duolingo dan Google Translate menyediakan umpan balik real-time tentang akurasi pengucapan pada tingkat fonem dan kata.

Rekomendasi Praktis:

  • Alokasikan 10-15 menit per hari untuk latihan pengucapan
  • Gunakan video pembelajaran yang menunjukkan posisi mulut dan lidah untuk suara-suara yang sulit
  • Rekam diri sendiri membaca teks yang sama dengan native speaker dan dengarkan perbedaannya
  • Fokus pada satu atau dua suara yang problematik dalam satu minggu, kemudian pindah ke suara berikutnya
  • Integrasikan praktik pengucapan ke dalam percakapan sehari-hari dengan partner atau melalui aplikasi pembelajaran

9. Latih Terus Kemampuan Speaking

Fluiditas adalah kemampuan untuk menggunakan bahasa dengan kecepatan dan kelancaran yang dapat dipahami, dengan jeda minimal dan kesalahan yang tidak mengganggu pemahaman.

Fluiditas = Paparan Berkelanjutan + Produksi Berulang

Fluiditas dikembangkan melalui paparan berkelanjutan terhadap bahasa dan produksi berulang dalam konteks bermakna. Penelitian menunjukkan bahwa pelajar yang mendengarkan podcast, menonton film, dan terlibat dalam percakapan reguler mencapai peningkatan fluiditas yang lebih besar dibandingkan dengan mereka yang hanya belajar melalui buku teks atau latihan mekanis.

Model Blended Learning = Sangat Efektif

Model blended learning adalah kombinasi pembelajaran online (asynchronous) dan sesi interaktif (synchronous) yang telah terbukti sangat efektif untuk meningkatkan fluiditas di kalangan pelajar Indonesia.

Penelitian quasi-eksperimental dengan 73 peserta menemukan bahwa mahasiswa yang menerima blended learning menunjukkan peningkatan:

  • Profisiensi bahasa Inggris (mean posttest 82.57)
  • Kemandirian belajar (82.44%)
  • Antusiasme pembelajaran (76%)
  • Keterampilan ICT (70.43%)

Dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Repetisi yang Bermakna = Kunci

Pelajar harus dihadapkan pada pola bahasa yang sama dalam konteks yang sedikit berbeda beberapa kali selama periode pembelajaran. Penceritaan (storytelling), ketika digunakan sebagai media untuk praktik berbicara berulang, memungkinkan pelajar untuk memproduksi pola bahasa yang sama (misalnya, past tense, sequence markers) sambil fokus pada narasi bermakna.

Rekomendasi Praktis:

  • Rencanakan pengalaman bahasa yang kaya melalui kombinasi media:
    • Mendengarkan (podcast, audiobook)
    • Membaca (artikel, blog, buku sederhana)
    • Berbicara (percakapan, recording monolog, partisipasi dalam diskusi online)
    • Menulis (jurnal sederhana, komentar, pesan)
  • Targetkan setidaknya 1-2 jam paparan bahasa per hari
  • Distribusikan sepanjang hari dalam fragmen 15-30 menit
  • Fokus pada topik yang menarik bagi Anda secara pribadi untuk mempertahankan motivasi

10. Pertahankan Motivasi Belajar

Faktor terakhir dan paling kritis untuk pembelajaran berkelanjutan adalah motivasi yang berkelanjutan.

Motivasi Orang Indonesia Belajar Bahasa Inggris

Penelitian menunjukkan bahwa pelajar dewasa Indonesia didorong oleh:

  • Motivasi instrumental: kebutuhan untuk komunikasi global dan kemajuan karir
  • Motivasi integratif: minat dalam budaya dan koneksi interpersonal

Teori Self-Determination

Teori self-determination menekankan bahwa motivasi intrinsik diperkuat ketika pelajar merasakan:

  • Otonomi: pilihan dalam apa dan bagaimana belajar
  • Kompetensi: pengalaman kemajuan dan pencapaian
  • Keterhubungan: rasa komunitas dan dukungan

Pembelajaran Otodidak = Model Cocok untuk Indonesia

Pembelajaran otodidak (self-directed learning) merupakan model yang sangat cocok untuk pelajar Indonesia karena memberikan fleksibilitas dan otonomi.

Penelitian menunjukkan bahwa pelajar otodidak Indonesia yang mencapai profisiensi tinggi secara konsisten menggunakan:

  • Kombinasi media digital (video, podcast, aplikasi mobile)
  • Menetapkan tujuan pembelajaran yang jelas
  • Memantau kemajuan mereka
  • Mencari umpan balik dari partner bahasa atau komunitas online

Strategi Mempertahankan Motivasi:

  1. Tetapkan tujuan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound)
  2. Lacak kemajuan melalui catatan pembelajaran atau aplikasi
  3. Rayakan pencapaian kecil
  4. Temukan komunitas pembelajaran (grup WhatsApp, forum online, klub bahasa lokal)
  5. Hubungkan pembelajaran bahasa dengan aspirasi pribadi yang bermakna

Mulai dari Nol? Belajar Bahasa Inggris di SUN English aja!

Mau tau cara mempelajari bahasa Inggris dari nol yang paling mudah? Pastinya dengan bantuan SUN English, kamu bisa! Yuk, join kelasnya sekarang dan rasakan sendiri manfaatnya bagi skill bahasa Inggris-mu. Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu. Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!  

Sumber gambar: Unsplash

Related Posts


Connect with SUN Education


Enter your details and get a free counselling session with our experts so they can connect you to the right course, country, and university.

Select...

Select...
Select Study Destination...
Select Major...

Select...

By checking this box, you agree to be contacted by SUN Education and its partner universities/collages via email/text message/phone