Destinasi Studi
watermark
SUN Education Group

/

News Id

/

Discussion Text: Pengertian, Struktur dan Contoh

Discussion Text: Pengertian, Struktur dan Contoh

Author: Jonathan Kristinus

Updated: 26 January 2026

Saat belajar bahasa Inggris, nggak lengkap tanpa mempelajari discussion text. Jika kamu suka berdiskusi, penjelasan diskusimu bisa kamu tuangkan dalam bentuk discussion text. Lewat jenis text ini kamu bisa mempelajari hal baru, bertukar pikiran, bahkan sampai mendapatkan teman saat membahas satu bidang yang sama.  Bila kamu tertarik membuat atau membangun rumusan lewat teks khususnya dalam bahasa Inggris, kamu wajib banget mempelajari yang satu ini. Apalagi nggak jarang di tes bahasa Inggris muncul discussion text, lho. Nggak usah takut, kali ini SUN Education akan membahas tentang jenis text bahasa Inggris ini. Mulai dari pengertian, struktur, sampai contohnya juga!

Apa Itu Discussion Text?

Discussion text adalah jenis teks bahasa Inggris argumentatif yang menyajikan suatu isu dari dua perspektif yang berlawanan yang mendukung (pro) dan sudut pandang yang menentang (kontra). Bayangkan discussion text seperti kamu sedang menjadi juri dalam sebuah debat.

Tugasmu bukan memihak salah satu tim, tetapi mendengarkan argumen dari kedua belah pihak dengan kepala dingin, lalu memberikan penilaian yang objektif.

Yang membedakan discussion text dengan jenis teks argumentatif lainnya adalah sifat netralitasnya. Kamu tidak sedang berusaha meyakinkan pembaca untuk setuju denganmu seperti dalam persuasive text. Sebaliknya, kamu memberikan informasi yang seimbang sehingga pembaca bisa membuat keputusan sendiri berdasarkan fakta yang kamu sajikan.

Kenapa ini penting untuk kamu yang akan kuliah di luar negeri? Karena sistem pendidikan di negara seperti Amerika, Inggris, Australia, atau Kanada sangat menghargai critical thinking dan kemampuan melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang. Profesor di universitas luar negeri akan sering memintamu menganalisis isu kompleks tanpa harus langsung mengambil posisi. Mereka ingin melihat bahwa kamu mampu mempertimbangkan berbagai perspektif sebelum membuat kesimpulan.

BACA JUGA: 

Tujuan Menulis Discussion Text

Tujuan utama dari discussion text adalah memberikan informasi komprehensif tentang suatu isu dengan menyajikan berbagai perspektif yang ada. Ketika kamu menulis discussion text, kamu sedang membantu pembaca memahami kompleksitas suatu masalah dengan menunjukkan bahwa jarang ada jawaban hitam-putih dalam kehidupan nyata.

Misalnya, jika kamu menulis tentang "online learning versus traditional classroom learning", tujuanmu bukan meyakinkan pembaca bahwa salah satunya lebih baik. Tujuanmu adalah menunjukkan bahwa keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan konteks dan kebutuhan masing-masing individu.

Di lingkungan akademik luar negeri, kemampuan menulis discussion text menunjukkan bahwa kamu adalah pemikir yang matang. Kamu tidak mudah terpengaruh oleh satu perspektif saja, tetapi mampu melakukan riset, mempertimbangkan berbagai argumen, dan menyajikannya dengan cara yang fair dan objektif.

BACA JUGA: Materi Belajar Bahasa Inggris untuk SMA Kelas 10, 11, 12

Struktur Discussion Text

Untuk menulis discussion text yang efektif, kamu perlu memahami empat komponen struktural utamanya. Struktur ini seperti kerangka bangunan yang akan menopang seluruh argumenmu.

Issue

Di sini kamu memperkenalkan topik yang akan didiskusikan dengan cara yang menarik perhatian pembaca. Kamu perlu memberikan konteks yang cukup sehingga pembaca memahami mengapa isu ini penting dan relevan untuk dibahas.

Contohnya, jika kamu menulis tentang gap year sebelum kuliah, kamu bisa membuka dengan statistik tentang berapa banyak siswa yang mengambil gap year atau menjelaskan tren yang sedang berkembang di kalangan generasi muda.

Arguments For

Pada di bagian Arguments For, kamu menyajikan semua argumen kuat yang mendukung satu sisi dari isu tersebut. Setiap argumen harus didukung dengan bukti, contoh, atau data yang kredibel. Misalnya, jika mendukung gap year, kamu bisa menjelaskan bagaimana pengalaman kerja atau traveling selama gap year membantu siswa menemukan passion mereka, mengembangkan kematangan emosional, dan bahkan meningkatkan performa akademik ketika akhirnya mereka memulai kuliah.

Arguments Against

Arguments Against adalah cerminan dari bagian sebelumnya, di mana kamu menyajikan argumen dari sisi yang berlawanan dengan kekuatan yang sama. Kamu tidak boleh membuat argumen kontra terlihat lemah hanya karena kamu pribadi mungkin lebih condong ke satu sisi.

Objektifitas adalah kunci. Untuk contoh gap year, argumen kontra bisa meliputi kehilangan momentum akademik, biaya yang diperlukan, atau risiko bahwa siswa mungkin kehilangan motivasi untuk melanjutkan pendidikan.

Conclusion atau Recommendation

Di sini kamu merangkum poin-poin utama dari kedua sisi argumen dan mungkin memberikan rekomendasi atau perspektif yang lebih luas. Kesimpulanmu harus tetap seimbang, meskipun kamu bisa mengindikasikan bahwa pilihan terbaik mungkin tergantung pada situasi individual atau konteks tertentu.

BACA JUGA: Recount text: Contoh, Struktur, Jenis, Tujuan

Kaidah Kebahasaan Dalam Discussion Text

Setiap jenis teks memiliki ciri kebahasaan yang khas, dan discussion text tidak terkecuali. Memahami kaidah kebahasaan ini akan membuat tulisanmu terlihat lebih profesional dan akademik.

Menggunakan Present Tense

Discussion text menggunakan present tense yang straightforward. Kamu akan banyak menggunakan Simple Present Tense karena membahas fakta, opini umum, dan kebenaran yang masih relevan hingga saat ini. Contohnya: "Many experts believe that internships provide valuable real-world experience" atau "Critics argue that unpaid internships exploit young workers."

Menggunakan Generic Nouns

Alih-alih berbicara tentang "John, a student from Jakarta", kamu akan menulis tentang "students", "universities", atau "young professionals". Ini membuat diskusimu lebih general dan applicable untuk audiens yang lebih luas.

Ketiga, thinking verbs atau kata kerja yang menunjukkan proses berpikir sangat penting dalam discussion text. Kata-kata seperti believe, consider, argue, claim, suggest, dan maintain membantu kamu menunjukkan bahwa argumen yang disajikan adalah opini atau pandangan tertentu, bukan fakta mutlak. Contohnya: "Proponents claim that studying abroad broadens cultural understanding" atau "Skeptics believe that online degrees lack the credibility of traditional degrees."

Penggunaan Modals dalam Text

Penggunaan modals seperti should, could, might, dan may menunjukkan kemungkinan, saran, atau ketidakpastian. Ini penting karena discussion text dealing dengan isu yang kompleks di mana jarang ada jawaban pasti. Misalnya: "Students might benefit from taking a gap year" atau "Universities should consider offering more flexible learning options."

Terdapat Conjunctions

Conjunctions atau kata penghubung yang menunjukkan kontras dan penambahan sangat krusial. Kata-kata seperti however, on the other hand, nevertheless, furthermore, moreover, dan in addition membantu kamu transisi dengan mulus antara argumen pro dan kontra. Ini membuat tulisanmu mengalir dengan natural dan logis.

Argumen Berdasarkan Fakta

Semua argumen harus berdasarkan fakta dan sumber yang kredibel. Kamu tidak bisa asal memberikan opini tanpa dukungan. Ketika kuliah di luar negeri, plagiarism dan unsubstantiated claims adalah dosa besar dalam penulisan akademik. Selalu sertakan referensi atau contoh nyata untuk mendukung setiap argumen yang kamu buat.

BACA JUGA: Descriptive Text: Pengertian, Struktur, Contoh, Jenis

Contoh Discussion Text

Mari kita lihat contoh discussion text yang relevan untuk kamu yang berencana kuliah di luar negeri. Topik ini akan membantu kamu memahami bagaimana struktur dan kaidah kebahasaan diterapkan dalam praktik.

Studying Abroad: A Life-Changing Opportunity or Unnecessary Risk?

Issue:

Every year, hundreds of thousands of students from around the world pack their bags and travel thousands of miles to pursue higher education in foreign countries. For Indonesian students, destinations like the United States, Australia, the United Kingdom, and Canada have become increasingly popular choices. However, the decision to study abroad remains a topic of considerable debate among students, parents, and education experts. While some view it as an invaluable investment in one's future, others question whether the benefits truly outweigh the significant challenges and costs involved.

Arguments For

Supporters of studying abroad present compelling arguments about its transformative benefits. First and foremost, international education provides exposure to world-class academic resources and teaching methodologies that may not be readily available in one's home country. Students gain access to cutting-edge research facilities, renowned professors, and diverse perspectives that can significantly enhance their learning experience.

Furthermore, studying abroad develops crucial soft skills that employers highly value in today's globalized economy. Students learn to navigate unfamiliar environments, communicate across cultural boundaries, and adapt to different ways of thinking and working. These experiences cultivate independence, resilience, and cultural intelligence that prove invaluable in professional settings.

Additionally, international education opens doors to global career opportunities. Many multinational companies actively seek graduates with international experience, viewing them as better equipped to work in diverse teams and understand global markets. Some students even find employment opportunities in their host countries, benefiting from post-study work visas and international job markets.

Arguments Against

Despite these advantages, critics raise valid concerns about the challenges and drawbacks of studying abroad. The most obvious obstacle is the substantial financial burden. Tuition fees, living expenses, travel costs, and other miscellaneous expenses can easily amount to hundreds of millions of rupiah over the course of a degree program. This creates significant financial pressure on families and may result in students graduating with considerable debt.

Moreover, cultural adjustment and homesickness can severely impact students' mental health and academic performance. Being far from family support systems, dealing with language barriers, and adapting to different social norms can be emotionally exhausting. Some students struggle with isolation and depression, particularly during their first year abroad.

Critics also argue that the quality gap between international and domestic universities is narrowing. Many Indonesian universities now offer internationally accredited programs, partnerships with foreign institutions, and English-medium instruction. Students might achieve similar educational outcomes while staying closer to home and spending significantly less money.

Recommendation

Ultimately, the decision to study abroad should be based on individual circumstances, goals, and resources. Students should carefully research their options, consider scholarship opportunities, and honestly assess their readiness for the challenges ahead. For those who choose this path, thorough preparation including language proficiency, financial planning, and mental health awareness can significantly enhance their chances of success. For others, exploring international opportunities through exchange programs, online courses, or international internships might offer middle-ground alternatives that provide global exposure without the full commitment of a degree abroad.

Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu.   Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!

Related Posts


Connect with SUN Education


Enter your details and get a free counselling session with our experts so they can connect you to the right course, country, and university.

Select...

Select...
Select Study Destination...
Select Major...

Select...

By checking this box, you agree to be contacted by SUN Education and its partner universities/collages via email/text message/phone