Author:
Updated: 15 July 2022
Sebuah sistem bekerja berdasarkan konsep yang matang. Apa yang sudah tertuang dalam konsep harus berjalan sesuai apa yang tertulis. Tantangannya, kamu harus mampu membuat sebuah konsep perencanaan yang matang dan melakukan presentasi ke setiap lapisan di dalam perusahaan. Mulai dari investor, direksi, kerabat satu tim, hingga orang yang berada di luar divisi atau perusahaan kamu.
Setelah mampu menemukan masalah dalam sistem, kamu harus mampu memperbaiki atau bahkan membangun sistem baru dari awal. Di sinilah kemampuan problem solving seorang sarjana teknik industri dapat membantu. Berangkat dari masalah yang kamu pecahkan sebelumnya, ditambah kemampuan memecahkan masalah, kamu bisa membangun sistem tersebut agar berjalan efektif dan efisien.
Sebaik apapun kemampuan lainnya, kamu tetap harus mengutamakan kemampuan bekerjasama dalam tim untuk membangun sistem. Di sini kamu akan berada dalam sebuah tim konseptor, yang tidak berada langsung di lapangan. Nantinya, yang akan menentukan sistem tersebut berjalan efektif dan efisien adalah para orang benar-benar bekerja di lapangan. Kamu harus bisa berkomunikasi dengan baik antar tim tersebut, serta memberikan rasa empati dalam merasakan masalah yang dihadapi oleh masing-masing individu antar tim.
Industri manufaktur merupakan salah satu industri paling kompleks karena melibatkan banyak divisi dari berbagai lapisan karyawan. Di sini kamu akan ditantang untuk membangun sistem mulai dari bagian produksi hingga distribusi produk. Terlebih lagi jika perusahaan tersebut sudah memiliki cabang di berbagai daerah, nasional maupun internasional. Kamu bisa menjabat di bagian Quality Control untuk menjamin kualitas produk sesuai standar, Product Analyst untuk membangun konsep sebuah produk yang akan diperlukan masyarakat,, hingga membangun sistem Supply Chain Management untuk memastikan proses distribusi produk berjalan lancar. Related Posts
Connect with SUN Education