Destinasi Studi
watermark
SUN Education Group

/

News Id

/

15 Tantangan Selama Kuliah di Luar Negeri dan Cara Mengatasinya

15 Tantangan Selama Kuliah di Luar Negeri dan Cara Mengatasinya

Author:

Updated: 30 December 2024

Melanjutkan kuliah ke luar negeri pastinya ada tantangan tersendiri dan tidak bisa dianggap remeh. Dengan memahami tantangan yang akan dihadapi, calon mahasiswa bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik. Hal tersebut guna memastikan kesiapan fisik, mental, emosional, serta memastikan keberhasilan kehidupan akademik dan sosial. Kali ini SUN Education akan menjabarkan tantangan yang umum dan biasanya dihadapi ketika studi ke luar negeri.

Culture Shock

Salah satu tantangan utama yang dihadapi mahasiswa internasional saat kuliah di luar negeri adalah culture shock. Perasaan kebingungan, ketidaknyamanan, atau disorientasi biasanya akan dialami seseorang ketika berada di lingkungan asing. Misalnya, gaya komunikasi yang lebih langsung dan terbuka di negara-negara Barat mungkin dapat membuatmu merasa tidak nyaman.

Cara Mengatasi

Dalam mengatasi tantangan culture shock selama kuliah di luar negeri, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan sebagai berikut.
  • Membangun Jaringan Dukungan Sosial
  • Memahami dan Menghormati Budaya Lokal
  • Prioritaskan Penguasaan Bahasa
  • Mengembangkan Keterampilan Manajemen Stres Dan Strategi Koping
  BACA JUGA: Apa yang Dimaksud dengan Culture Shock? Begini Cara Mengatasinya  

Adaptasi Dengan Iklim

Tantangan selanjutnya saat kuliah di luar negeri adalah menghadapi ketidakcocokan iklim. Untuk yang kuliah di negara 4 musim pastinya kaget perubahan suhu dan cuaca. Karena sebagai orang Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis pastinya kamu tidak kuat dengan suhu dingin.

Cara Mengatasi

Menghadapi tantangan ini tidak terlalu sulit, pertama riset informasi tentang iklim dan cuaca negara tujuan. Kemudian siapkan beberapa pakaian tebal, sweater dan juga belilah penghangat ruangan agar kamu bisa bertahan. Jangan lupa siapkan obat flu dan juga minuman yang bisa menghangatkan tubuh.   BACA JUGA: Begini Iklim dan Musim Benua Eropa, Wajib Tahu Biar Lebih Siap Adaptasi!  

Merubah Selera Makan

Tantangan selama studi ke luar negeri paling umum lainnya yaitu memakan makanan yang berbeda dari biasanya, apalagi kalau pilih-pilih. Sebagai orang Indonesia, kamu pasti terbiasa dengan masakan yang kaya rempah. Terasa sulit untuk menyesuaikan diri dengan makanan barat yang cenderung lebih hambar atau berbeda bumbu. Jangan sampai kamu tidak selera makan lalu mempengaruhi kesehatan tubuh dan mental kamu.

Cara Mengatasi

Pertama belilah bahan makanan mentah di minimarket. Kemudian lihat tutorial di youtube untuk belajar memasak sendiri makanan yang biasa kamu makan di Indonesia. Kalau malas masak, kamu juga bisa mencari komunitas mahasiswa Indonesia untuk mendapatkan informasi lebih lanjut soal makanan yang cocok buatmu. Ketiga, pelan-pelan coba adaptasi dengan makanan lokal secara bertahap. Kamu bisa buat jadwal makan secara bergantian antara hidangan lokal dan Indonesia dalam sehari.   BACA JUGA: Perbedaan Program Foundation dan Pathway Untuk Studi ke Luar Negeri  

Kesulitan Berbahasa

Salah satu tantangan kuliah di luar negeri lainnya adalah kesulitan dalam berbahasa baik secara aktif maupun pasif. Ketidakahlian berbahasa bisa menghambat komunikasi (aktif) dan juga proses belajar seperti membaca, menulis dan mendengar (pasif) selama kamu kuliah. Sebuah studi mengidentifikasi bahwa tantangan dalam komunikasi saat kuliah di luar negeri yaitu disebabkan karena kesulitan memahami aksen lokal, kosakata, dan terminologi khusus dalam lingkungan akademik.

Cara Mengatasi

Meskipun tantangan bahasa dapat menjadi penghalang besar, ada beberapa strategi yang bisa kamu lakukan sebelum berangkat. Pertama, kamu bisa mengambil kursus bahasa intensif selain kursus IELTS/TOEFL. Kedua latihlah dirimu secara perlahan dengan selalu menggunakan media berbahasa Inggris. Misalnya membaca buku bahasa Inggris, menonton film bahasa Inggris tanpa subtitle, hingga berlatih menggunakan aplikasi latihan bahasa Inggris.   BACA JUGA: Cara Belajar Bahasa Inggris Untuk Pemula Serta Tips Jitunya  

Penyesuaian Waktu Tidur

Saat kuliah di luar negeri, akan ada banyak perubahan besar, salah satunya adalah perbedaan waktu tidur. Apalagi kalau perbedaan waktunya jauh dengan Indonesia, contohnya seperti Amerika dan Inggris. Misalkan kamu biasanya tidur jam 11 malam, pas kuliah di Inggris ternyata masih jam 4 sore. Sebaliknya saat jam 11 malam di Inggris ternyata masih jam 6 pagi di Indonesia. Pastinya hal ini akan membuat jadwal tidurmu kacau balau.

Cara Mengatasi

Beberapa hari sebelum berangkat, cobalah mengubah kebiasaan tidurmu secara bertahap. Setelah tiba di negara tujuan, kamu dapat menggunakan paparan cahaya alami untuk membantu mengatur ulang jam biologis tubuhmu (ritme sirkadian). Kemudian hindari minuman berkafein dan alkohol sebelum tidur dan perbanyak minum air putih. Lalu sebelum tidur kamu bisa lakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau yoga agar bisa tidur lebih nyenyak di malam hari. Terakhir saat tidur pastikan kamarmu nyaman, gelap, dan tenang, kalau perlu gunakan penutup mata dan telinga.

Homesick

Saat kuliah di luar negeri, kamu mungkin merasa cemas dan kesepian, terutama pada awal-awal kedatangan. Kamu merasa kangen dengan kebiasaan di rumah, makanan favorit, atau bahkan suasana rumah yang nyaman. Terkadang, kondisi ini bisa membuat kamu merasa tidak nyaman dan kesulitan beradaptasi dengan kehidupan baru.

Cara Mengatasi

Dalam menghadapi homesick, cobalah untuk tetap menjaga komunikasi dengan keluarga melalui video call atau pesan. Kamu juga bisa Bergabung dengan komunitas mahasiswa Indonesia untuk mendapatkan dukungan Emosional. Jagalah keseimbangan antara kehidupan akademik dan pribadi dengan berpartisipasi dalam kegiatan kampus, seperti klub.   BACA JUGA: Apa Itu Homesick? Ini Cara Atasinya!  

Perbedaan Sistem Pendidikan

Salah satu tantangan besar lainnya yang kamu akan hadapi adalah perbedaan kurikulum dan sistem pendidikan di luar negeri dibandingkan di Indonesia. Dalam sistem pendidikan Indonesia sering kali lebih terstruktur, dengan jadwal kuliah yang sudah ditentukan, dan evaluasi yang cenderung lebih fokus pada ujian akhir. Sedangkan di luar negeri kamu lebih sering dihadapkan pada tugas-tugas sepanjang semester, diskusi kelompok, dan ujian yang lebih berfokus pada pemahaman materi daripada hafalan.

Cara Mengatasi

Sebelum berangkat kamu bisa mulai berlatih berpartisipasi aktif dalam diskusi untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Mulailah membiasakan diri dengan bacaan akademik dalam bahasa asing sebelum berangkat kuliah. Setelah sampai, langkah pertama dalam mengatasi tantangan ini ialah kamu perlu belajar untuk lebih mandiri dan aktif. Belajarlah untuk membagi waktu antara belajar, tugas, dan kegiatan sosial. Jangan ragu untuk bertanya pada dosen atau teman-teman internasionalmu jika merasa kesulitan memahami cara pembelajaran yang baru.   BACA JUGA: 10 Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia  

Persaingan Akademik Yang Sengit

Saat kuliah ke luar negeri pastinya kamu akan menemui banyak mahasiswa dari berbagai negara dengan latar belakang berbeda. Hal tersebut membuat persaingan kuliah dalam mengejar prestasi akan lebih intensif. Karena kebanyakan universitas luar negeri berada pada level internasional dengan standar akademik tinggi. Pihak universitas akan menuntutmu memahami secara kritis terhadap materi pelajaran agar bisa melakukan penelitian mandiri.

Cara Mengatasi

Agar bisa menang dalam tantangan ini kamu perlu belajar mengelola waktu dengan lebih baik. Mulailah dengan membuat jadwal yang jelas dan memastikan bahwa kamu memiliki waktu cukup untuk belajar, beristirahat, dan mengikuti aktivitas sosial. Selain itu manfaatkan sumber daya yang ada di kampusmu, misalnya seperti bimbingan dari dosen atau pusat pembelajaran, untuk memperdalam pemahamanmu.

Mencari Relasi Baru

Tantangan berikutnya saat kuliah di luar negeri yaitu mencari relasi atau teman baru. Apalagi jika kamu seseorang yang introvert, hal ini bisa tambah sulit untuk diatasi. Sebuah penelitian oleh Glass dan Westmont (2014) menunjukkan bahwa mahasiswa internasional yang memiliki jaringan sosial yang kuat lebih cenderung memiliki pengalaman akademis yang positif dan lebih sedikit mengalami stres. Karenanya membangun hubungan sosial yang kuat dapat berkontribusi pada pengalaman kuliah yang lebih menyeluruh dan memuaskan.

Cara Mengatasi

Terus bagaimana caranya mengatasi kecanggungan dalam mencari teman baru ini? Pertama cobalah untuk memiliki keberanian untuk berbicara dengan orang lain. Kemudian kamu bisa mulai menyapa dan memulai percakapan dengan pertanyaan sederhana kepada orang yang kamu temui untuk berkenalan. Walaupun mungkin terasa menakutkan dan melelahkan, kamu juga bisa datang ke acara-acara kampus untuk menambah relasi. Cara lainnya yaitu dengan bergabung klub atau organisasi di kampusmu yang sesuai dengan minat atau hobi yang kamu sukai. Intinya beranilah dalam memulai percakapan dan pede aja!   BACA JUGA: 11 Cara Mendapatkan Teman Saat Kuliah di Luar Negeri  

Masalah Keuangan

Salah satu tantangan paling umum selama kuliah di luar negeri adalah masalah keuangan untuk biaya hidup. Walaupun mungkin kamu sudah membuat perhitungan anggaran biaya dengan rapih, namun kadangkala meleset dari perkiraan. Hal ini semakin diperburuk dengan ketidakpastian fluktuasi nilai tukar mata uang. Selain itu pengeluaran yang tidak terduga seperti untuk beli buku, perlengkapan, hingga biaya berobat seringkali menambah beban masalah ini.

Cara Mengatasi

Untuk menghadapi masalah keuangan selama studi di luar negeri cara paling mudahnya yaitu membuat penghasilan tambahan dengan bekerja paruh waktu ataupun freelance. Kamu bisa menjadi pelayan restoran, data entry, asisten dosen ataupun menjadi mentor les private. Namun sebelum memutuskan untuk bekerja, pastikan kamu memahami aturan mengenai jam kerja paruh waktu untuk mahasiswa di negara tujuan. Lalu untuk mengatasi fluktuasi keuangan kamu bisa mulai dengan membuka rekening bank di negara tempatmu studi. Kamu juga bisa memanfaatkan aplikasi seperti Wise yang memungkinkan pengiriman uang lebih cepat dan dengan biaya yang lebih rendah.

Perubahan Gaya Hidup Mendadak

Tantangan besar kuliah di luar negeri selanjutnya yaitu perubahan gaya hidup yang drastis. Mulai dari cara hidup, pola makan dan tidur, berkomunikasi hingga kebiasaan sehari-hari bisa sangat berbeda. Semua hal tersebut terjadi sekaligus yang mana akan membuat kamu stres jika tidak ditangani dengan baik.

Cara Mengatasi

Kamu perlu mulai dari membuka pikiran dan hati untuk mematangkan tekadmu sebelum berangkat. Lalu coba sesekali biasakan hidup sederhana dan mandiri. Mengapa? agar kamu bisa beradaptasi dengan cepat saat nanti sampai disana. Jika sudah mulai kuliah, cobalah untuk aktif dalam kegiatan kampus, seperti bergabung dengan klub atau organisasi. Dari sana kamu bisa berinteraksi dengan teman-teman lokal maupun internasional dengan belajar dari pengalaman mereka.

Menunda-nunda Belajar

Sebagai mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di luar negeri mengatur waktu untuk belajar adalah tantangan yang kompleks dan multidimensional. Salah satu contoh mudahnya seperti masalah prokrastinasi atau kecenderungan untuk menunda-nunda mengerjakan tugas. Hal ini seringkali disebabkan ekspektasi akademis dan tekanan untuk berprestasi saat menjalani studi.

Cara Mengatasi

Dalam menghadapi tantangan prokrastinasi ini memerlukan pendekatan yang strategis dan adaptif. Pertama buat dulu jadwal belajar yang jelas dan terstruktur. Buat rencana harian atau mingguan yang mencakup waktu untuk belajar, beristirahat, dan kegiatan sosial. Kemudian tentukan waktu spesifik untuk setiap tugas atau proyek sehingga kamu bisa lebih fokus pada satu hal dalam waktu yang ditentukan. Buatlah to-do list agar terorganisir dan menghindari penundaan, kamu bisa menggunakan aplikasi seperti Google Calendar atau Todoist. Selanjutnya buanglah semua rasa takut dan kekhawatiranmu untuk berprestasi. Ingatlah! bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar dan tidak menghambatmu menjadi yang terbaik. Jika kamu merasa kehilangan motivasi, coba tulis tujuan tersebut di tempat yang mudah dilihat, seperti di meja belajar atau di ponsel, untuk mengingatkan diri kamu sendiri.

Perbedaan Kebijakan Negara

Mungkin tantangan kuliah ke luar negeri yang satu ini akan kamu jarang temui, tapi agar lancar kamu tetap harus tahu. Alasannya karena pada dasarnya setiap negara memilih kebijakan bidang pendidikan yang berbeda-beda. Hal ini bisa mencakup kurikulum, metode pengajaran, dan evaluasi. Misalnya di Eropa, ujian bisa diadakan pada waktu yang tidak terduga, kemudian sistem pengumpulan tugasnya lebih ketat daripada di Indonesia. Selain itu sistem kesehatan dan asuransi juga seringkali berbeda di setiap negara. Kebijakan hukum dan sosial juga bisa saja mempengaruhi kehidupan sehari-hari kamu sebagai mahasiswa.

Cara Mengatasi

Solusi dalam menghadapi perbedaan kebijakan ini yaitu dengan berkonsultasi kepada dosen mengenai kebijakan ini untuk menghindari kebingunguan. Kemudian biasakan untuk mengatur waktu dengan lebih baik, buat jadwal belajar yang teratur, dan pastikan kamu tidak menunda-nunda pekerjaan. Sedangkan untuk mengatasi perbedaan kebijakan sistem kesehatan, kamu perlu pelajari sistemnya lebih dulu. Bagaimana kebijakan kesehatan yang ada di kota tempat kamu tinggal, serta bagaimana prosedur untuk mendapatkan perawatan medis jika dibutuhkan. Agar mengetahui kebijakan hukum dan sosial dengan mulailah dengan belajar mengenai peraturan lokal melalui buku panduan atau seminar yang disediakan oleh universitas.

Menghadapi Diskriminasi

Salah satu tantangan yang cukup sulit dihadapi saat kuliah di luar negeri yaitu diskriminasi dari orang lain. Walaupun saat ini kebanyakan universitas sudah sangat menjunjung tinggi toleransi dan inklusivitas, namun pada beberapa tempat masih ada. Diskriminasi rasial ini dapat muncul dalam bentuk stereotip negatif, prasangka, dan perlakuan tidak adil yang dapat menghambat kemajuanmu dalam studi. Misalnya, ada anggapan bahwa orang Asia, termasuk Indonesia, selalu dianggap sebagai “pendatang” yang tidak sepenuhnya diterima oleh masyarakat lokal. Tantangan ini bisa muncul dalam interaksi sehari-hari, seperti saat bergaul dengan teman sekelas, berbelanja di supermarket, atau bahkan saat berpartisipasi dalam kegiatan kampus.

Cara Mengatasi

Salah satu cara untuk mengatasi diskriminasi ini adalah dengan menunjukkan sikap baik sewajarnya. Karena kamu perlu menjaga rasa percaya diri dan tetap menunjukkan kualitas diri dalam setiap kesempatan. Jika sudah kelewatan kamu bisa berbicara kepada pelaku dengan cara yang sopan. Jelaskan bahwa sikap mereka tidak kamu terima dan jangan terpancing menggunakan kekerasan atau bicara kata-kata kasar. Cara lainnya untuk mengurangi dampak diskriminasi rasial adalah dengan bergabung dalam komunitas internasional. Tujuannya agar kamu memiliki teman-teman yang bisa membantu agar merasa tetap aman selama di lingkungan kampus.

Ketidakpastian Pekerjaan Pasca-Kuliah

Setelah selesai kuliah, ada tantangan besar yang harus kamu hadapi yaitu ketidakpastian pekerjaan. Hal ini tidak hanya karena persaingan yang ketat, tetapi juga karena aturan imigrasi yang berbeda-beda di setiap negara. Banyak negara memiliki kebijakan ketat mengenai pemberian visa kerja untuk mahasiswa asing. Misalnya di Amerika Serikat, meskipun kamu sudah lulus dengan gelar sarjana atau master, kamu harus melalui proses yang panjang untuk mendapatkan izin kerja (seperti OPT atau CPT). Bahkan beberapa negara tidak mengizinkan untuk bekerja dan mewajibkanmu pulang ke negara asal. Selain itu kecenderungan perusahaan untuk memprioritaskan warga lokal akan menyulitkanmu mendapat pekerjaan.

Cara Mengatasi

Solusi yang bisa kamu lakukan yaitu kembangkan keterampilan yang relevan sebelum lulus kuliah. Kemudian bangunlah relasi ke banyak orang untuk membangun jaringan profesional yang kuat. Bagaimana jika sudah lulus? Mulailah dengan mengikuti kursus tambahan yang relevan dengan bidang pekerjaan yang ingin kamu tekuni. Lalu sering-sering untuk bergabung dalam berbagai kegiatan sosial atau pertemuan profesional agar bisa menambah relasimu. Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu.   Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!  

Related Posts


Connect with SUN Education


Enter your details and get a free counselling session with our experts so they can connect you to the right course, country, and university.

Select...

Select...
Select Study Destination...
Select Major...

Select...

By checking this box, you agree to be contacted by SUN Education and its partner universities/collages via email/text message/phone