Destinasi Studi
watermark
SUN Education Group

/

News Id

/

16 Tenses dalam Bahasa Inggris: Pengertian, Rumus, dan Contoh Kalimat

16 Tenses dalam Bahasa Inggris: Pengertian, Rumus, dan Contoh Kalimat

Author: Jonathan Kristinus

Updated: 23 January 2026

Tenses adalah bentuk kalimat kerja dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan waktu dan kondisi suatu kejadian. Lebih lanjut, dalam bahasa Inggris terdapat 16 jenis tenses yang bisa dikategorikan menjadi 2 tipe, yakni secara waktu dan kejadian/keadaan. Secara waktu terdapat 3 jenis tenses yaitu:

  1. Past: menjelaskan kejadian yang sudah terjadi di masa lalu
  2. Present: menjelaskan  kejadian yang sedang terjadi sekarang
  3. Future: menjelaskan kejadian yang akan terjadi di masa depan

Sedangkan secara kondisi kejadian/keadaan tenses bahasa inggris bisa dibagi jadi 3 macam yaitu:

  • Simple: Untuk menjelaskan rutinitas, kejadian tunggal dan memberikan informasi/fakta
  • Continuous: Untuk menjelaskan kejadian pada suatu periode waktu tertentu yang sudah selesai ataupun masih berlangsung.
  • Perfect: Untuk menjelaskan kejadian yang telah selesai atau keadaan yang telah terjadi sebelum waktu tertentu.

Lebih lanjut, dalam tenses bahasa Inggris juga terdapat 2 bentuk rumus pada setiap jenisnya yaitu Verbal (dengan kata kerja) dan Nominal (tanpa kata kerja). Seperti apa sih masing-masing dari tenses dalam bahasa Inggris tersebut? Simak penjelasan rumus, pengertian dan contoh kalimatnya dari SUN Education berikut.

Simple Present Tense

Simple Present Tense adalah bentuk tense paling dasar dan paling sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Tense ini digunakan untuk menyatakan kebiasaan, fakta umum, kebenaran ilmiah, atau rutinitas yang terjadi berulang. Selain itu, Simple Present juga digunakan untuk menyatakan kemampuan, kepemilikan, atau kondisi yang bersifat tetap.

Yang menarik dari Simple Present Tense adalah kamu akan menggunakannya hampir setiap hari, bahkan tanpa sadar. Ketika kamu memperkenalkan diri, menjelaskan pekerjaanmu, atau berbicara tentang hobimu, kamu akan menggunakan tense ini. Mari kita pahami struktur kalimat verbalnya terlebih dahulu.

Rumus Simple Present Tense (Verbal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + Verb 1 dengan penambahan s atau es untuk subjek orang ketiga tunggal seperti he, she, atau it. Ini adalah aturan penting yang sering terlupakan oleh pemula.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + do/does + not + Verb 1. Perhatikan bahwa kita menggunakan does untuk he, she, it dan do untuk subjek lainnya.

Untuk kalimat tanya atau interogatif, strukturnya adalah Do/Does + Subject + Verb 1 + tanda tanya.

Contoh Kalimat Verbal:

Positif: My sister teaches mathematics at the local high school.

Negatif: My sister does not teach physics at the local high school.

Interogatif: Does your sister teach mathematics at the local high school?

Sekarang mari kita lihat struktur kalimat nominalnya, yang menggunakan to be sebagai kata kerja utama.

Rumus Simple Present Tense (Nominal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + to be (am, is, are) + Complement. Penggunaan am untuk I, is untuk he/she/it, dan are untuk you/we/they.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + to be (am, is, are) + not + Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah To be (am, is, are) + Subject + Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Nominal:

Positif: The library is very quiet during weekdays.

Negatif: The library is not crowded on Sunday mornings.

Interogatif: Is the library open on public holidays?

Perhatikan bahwa dalam kalimat nominal, kita tidak menggunakan kata kerja aksi seperti "teach" atau "work", melainkan menggunakan to be untuk menghubungkan subjek dengan pelengkap yang bisa berupa kata sifat, kata benda, atau kata keterangan.

BACA JUGA: 50 Contoh Kalimat Simple Present Tense dan Artinya

Present Continuous Tense

Present Continuous Tense digunakan untuk menggambarkan aktivitas yang sedang berlangsung pada saat berbicara atau untuk menyatakan rencana yang sudah pasti di masa dekat. Tense ini sangat dinamis karena menekankan bahwa suatu kegiatan masih dalam proses dan belum selesai.

Bayangkan kamu sedang menelepon temanmu dan dia bertanya "What are you doing?". Jawabanmu akan menggunakan Present Continuous karena kamu menjelaskan apa yang sedang kamu lakukan saat itu juga. Ini adalah penggunaan paling natural dari tense ini.

Rumus Present Continuous Tense (Verbal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + am/is/are + Verb-ing + Complement. Perhatikan bahwa semua kata kerja mendapat akhiran -ing.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + am/is/are + not + Verb-ing + Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Am/Is/Are + Subject + Verb-ing + Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Verbal:

Positif: The students are preparing their presentations for tomorrow's conference.

Negatif: The students are not preparing their assignments at the moment.

Interogatif: Are the students preparing their presentations in the library?

Kata keterangan waktu yang sering digunakan dengan tense ini adalah now, at the moment, currently, right now, atau at present untuk menunjukkan bahwa aktivitas sedang terjadi saat ini.

Rumus Present Continuous Tense (Nominal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + Am/Is/Are + being + Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + Am/Is/Are + not + being + Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Am/Is/Are + Subject + being + Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Nominal:

Positif: My younger brother is being very helpful with the household chores today.

Negatif: My younger brother is not being difficult about doing his homework.

Interogatif: Is your brother being cooperative during the family meeting?

Penggunaan "being" dalam kalimat nominal menunjukkan sifat atau kondisi sementara, bukan kondisi permanen seperti dalam Simple Present.

BACA JUGA: 9 Aturan Penggunaan Verb -Ing Bahasa Inggris

Present Perfect Tense

Present Perfect Tense digunakan untuk menggambarkan kejadian yang telah terjadi di masa lalu namun dampaknya masih terasa hingga sekarang, atau kejadian yang terjadi tanpa waktu spesifik. Tense ini juga digunakan untuk menceritakan pengalaman hidup atau pencapaian yang relevan dengan kondisi saat ini.

Yang membuat Present Perfect unik adalah fokusnya pada hasil atau dampak dari suatu kejadian, bukan pada waktu kejadian itu terjadi. Ketika kamu mengatakan "I have lost my keys", yang penting bukan kapan kamu kehilangan kunci itu, tapi fakta bahwa kunci itu masih hilang sekarang dan mempengaruhi situasimu saat ini.

Rumus Present Perfect Tense (Verbal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + have/has + Verb 3 (Past Participle) + Complement. Gunakan has untuk he/she/it dan have untuk subjek lainnya.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + have/has + not + Verb 3 + Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Have/Has + Subject + Verb 3 + Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Verbal:

Positif: The research team has discovered a new method for water purification.

Negatif: The research team has not published their findings in any journal yet.

Interogatif: Has the research team discovered any breakthrough in their experiments?

Kata keterangan yang umum digunakan dengan tense ini termasuk already, yet, just, ever, never, since, dan for untuk menunjukkan hubungan antara masa lalu dan masa sekarang.

Rumus Present Perfect Tense (Nominal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + has/have + been + adjective/adverb/noun.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + has/have + not + been + adjective/adverb/noun.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah has/have + Subject + been + adjective/adverb/noun + tanda tanya.

Contoh Kalimat Nominal:

Positif: This bookstore has been my favorite place since childhood.

Negatif: This bookstore has not been very popular among young readers.

Interogatif: Has this bookstore been in business for more than twenty years?

Penggunaan "been" dalam Present Perfect Nominal menunjukkan kondisi atau keadaan yang dimulai di masa lalu dan masih berlanjut atau relevan hingga sekarang.

BACA JUGA: 100 Contoh Kalimat Present Perfect Tense dan Rumusnya

Present Perfect Continuous Tense

Present Perfect Continuous Tense digunakan untuk menunjukkan aktivitas yang dimulai di masa lalu dan masih berlanjut hingga sekarang, atau baru saja berhenti namun dampaknya masih terasa. Tense ini menekankan durasi atau lamanya suatu kegiatan berlangsung, yang membedakannya dari Present Perfect biasa.

Perbedaan antara Present Perfect dan Present Perfect Continuous terletak pada fokusnya. Present Perfect lebih fokus pada hasil, sedangkan Present Perfect Continuous lebih fokus pada proses dan durasi. Misalnya, "I have read this book" menekankan bahwa kamu sudah selesai membaca, sementara "I have been reading this book for two hours" menekankan durasi membaca yang masih atau baru saja berlangsung.

Rumus Present Perfect Continuous Tense (Verbal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + have/has + been + Verb-ing + Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + have/has + not + been + Verb-ing + Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Have/Has + Subject + been + Verb-ing + Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Verbal:

Positif: Dr. Martinez has been conducting climate research in Antarctica for eight months.

Negatif: Dr. Martinez has not been conducting any experiments in the laboratory recently.

Interogatif: Has Dr. Martinez been conducting research in Antarctica since last summer?

Tense ini sering digunakan dengan kata keterangan waktu yang menunjukkan durasi seperti for two hours, since yesterday, all morning, atau lately untuk menekankan berapa lama aktivitas tersebut telah berlangsung.

Rumus Present Perfect Continuous Tense (Nominal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + has/have + been + being + Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + has/have + not + been + being + Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Has/Have + Subject + been + being + Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Nominal:

Positif: The manager has been being extremely supportive of our new initiatives.

Negatif: The manager has not been being very responsive to our suggestions lately.

Interogatif: Has the manager been being difficult about approving the budget?

Perlu dicatat bahwa bentuk nominal dari Present Perfect Continuous jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari karena terdengar cukup formal dan kompleks.

BACA JUGA: 8 Jenis Grammar Bahasa Inggris dan Contohnya

Simple Past Tense

Simple Past Tense digunakan untuk menceritakan kejadian, kebiasaan, atau fakta yang terjadi dan selesai di masa lampau dengan waktu yang spesifik. Tense ini adalah bentuk waktu lampau yang paling sering digunakan dalam percakapan sehari-hari dan penulisan naratif.

Ketika kamu menceritakan liburanmu, pengalaman masa kecil, atau kejadian kemarin, kamu akan menggunakan Simple Past Tense. Yang penting untuk diingat adalah kejadian yang diceritakan harus sudah selesai dan tidak memiliki hubungan langsung dengan masa sekarang.

Rumus Simple Past Tense (Verbal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + Verb 2 (Past Form) + Complement. Kata kerja berubah ke bentuk lampau, baik regular verb (ditambah -ed) maupun irregular verb.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + did + not + Verb 1 + Complement. Perhatikan bahwa kata kerja kembali ke bentuk dasar karena "did" sudah menunjukkan waktu lampau.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Did + Subject + Verb 1 + Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Verbal:

Positif: The archaeologists excavated ancient artifacts from the historical site last summer.

Negatif: The archaeologists did not excavate any valuable items during their first expedition.

Interogatif: Did the archaeologists excavate anything significant from that location?

Kata keterangan waktu yang umum digunakan meliputi yesterday, last week, two days ago, in 2020, atau when I was young untuk menunjukkan bahwa kejadian tersebut sudah selesai di masa lalu.

Rumus Simple Past Tense (Nominal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + was/were + Complement. Gunakan was untuk I/he/she/it dan were untuk you/we/they.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + was/were + not + Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Was/Were + Subject + Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Nominal:

Positif: The conference room was completely silent during the important presentation.

Negatif: The conference room was not available for our meeting yesterday afternoon.

Interogatif: Was the conference room ready for the international delegates?

Kalimat nominal Simple Past sering digunakan untuk mendeskripsikan kondisi atau keadaan di masa lalu.

BACA JUGA: 200 Contoh Kalimat Simple Past Tense dan Artinya

Past Continuous Tense

Past Continuous Tense digunakan untuk menggambarkan aktivitas yang sedang berlangsung pada waktu tertentu di masa lalu, atau untuk menunjukkan dua aktivitas yang terjadi bersamaan di masa lampau. Tense ini sering digunakan untuk memberikan latar belakang dalam sebuah cerita.

Bayangkan kamu sedang bercerita tentang kejadian menarik yang terjadi padamu. Untuk membuat cerita lebih hidup, kamu perlu menggambarkan apa yang sedang terjadi ketika kejadian utama berlangsung. Inilah fungsi utama Past Continuous.

Rumus Past Continuous Tense (Verbal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + was/were + Verb-ing + Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + was/were + not + Verb-ing + Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Was/Were + Subject + Verb-ing + Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Verbal:

Positif: The musicians were rehearsing their symphony when the power suddenly went out.

Negatif: The musicians were not rehearsing any new pieces during that period.

Interogatif: Were the musicians rehearsing in the concert hall when you visited?

Tense ini sering dipasangkan dengan Simple Past Tense menggunakan kata penghubung when atau while untuk menunjukkan satu aktivitas yang sedang berlangsung ketika aktivitas lain terjadi.

Rumus Past Continuous Tense (Nominal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + was/were + Noun/Adjective/Adverb.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + was/were + not + Noun/Adjective/Adverb.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Was/Were + Subject + Noun/Adjective/Adverb + tanda tanya.

Contoh Kalimat Nominal:

Positif: The atmosphere at the stadium was incredibly electric throughout the entire match.

Negatif: The atmosphere at the stadium was not very enthusiastic during the opening ceremony.

Interogatif: Was the atmosphere at the stadium as exciting as everyone expected?

Bentuk nominal Past Continuous menggambarkan kondisi atau suasana yang berlangsung di masa lalu.

BACA JUGA: Conditional Sentence Type 0,1,2,3: Rumus & Contohnya

Past Perfect Tense

Past Perfect Tense digunakan untuk menyatakan kejadian yang terjadi sebelum kejadian lain di masa lampau, atau untuk menunjukkan urutan waktu antara dua peristiwa di masa lalu. Tense ini menekankan fakta bahwa suatu aktivitas sudah selesai sebelum momen tertentu di masa lampau.

Ketika kamu perlu menjelaskan bahwa satu hal terjadi sebelum hal lain di masa lalu, Past Perfect menjadi sangat penting. Misalnya, ketika kamu tiba di stasiun tapi kereta sudah berangkat, kamu bisa mengatakan "The train had already left when I arrived", yang jelas menunjukkan urutan kejadian.

Rumus Past Perfect Tense (Verbal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + had + Verb 3 (Past Participle) + Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + had + not + Verb 3 + Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Had + Subject + Verb 3 + Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Verbal:

Positif: The novelist had completed three chapters before receiving feedback from her editor.

Negatif: The novelist had not completed the manuscript before the publishing deadline.

Interogatif: Had the novelist completed her research before starting to write the book?

Kata keterangan seperti before, after, by the time, already, dan just sering digunakan dengan tense ini untuk menunjukkan urutan kejadian yang jelas di masa lampau.

Rumus Past Perfect Tense (Nominal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + had + been + Noun or Adjective or Adverb.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + had + not + been + Noun or Adjective or Adverb.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Had + Subject + been + Noun or Adjective or Adverb + tanda tanya.

Contoh Kalimat Nominal:

Positif: The museum had been a private residence before being converted into a public space.

Negatif: The museum had not been very popular before the new exhibits arrived.

Interogatif: Had the museum been open to the public before the renovation?

Past Perfect Nominal menggambarkan kondisi atau keadaan yang ada sebelum kejadian lain di masa lalu.

BACA JUGA: Aturan Penggunaan Verb 3 Lengkap Untuk Pemula

Past Perfect Continuous Tense

Past Perfect Continuous Tense digunakan untuk menunjukkan aktivitas yang telah berlangsung selama periode tertentu sebelum kejadian lain terjadi di masa lampau. Berbeda dengan Past Perfect Tense yang menekankan penyelesaian, tense ini menekankan durasi atau proses yang berlangsung.

Tense ini membantu kamu menjelaskan berapa lama sesuatu telah terjadi sebelum momen penting di masa lalu. Misalnya, "I had been waiting for three hours before the doctor finally called my name" menunjukkan durasi penantian yang cukup lama.

Rumus Past Perfect Continuous Tense (Verbal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + had + been + Verb-ing + Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + had + not + been + Verb-ing + Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Had + Subject + been + Verb-ing + Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Verbal:

Positif: The scientists had been monitoring the volcano's activity for several weeks before the eruption occurred.

Negatif: The scientists had not been monitoring any unusual patterns before the sudden earthquake.

Interogatif: Had the scientists been monitoring the geological changes before issuing the warning?

Tense ini sangat berguna ketika kamu ingin menekankan berapa lama suatu aktivitas telah berlangsung sebelum momen tertentu di masa lalu, sering digunakan dengan kata for atau since.

Rumus Past Perfect Continuous Tense (Nominal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + had + been + Verb-ing + Object/Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + had + not + been + Verb-ing + Object/Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Had + Subject + been + Verb-ing + Object/Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Nominal:

Positif: The weather had been getting progressively worse throughout the entire week.

Negatif: The weather had not been showing any signs of improvement before the storm hit.

Interogatif: Had the weather been getting colder before the first snowfall?

Bentuk ini lebih jarang digunakan namun tetap penting untuk memahami perubahan kondisi yang berlangsung selama periode waktu tertentu di masa lalu.

BACA JUGA: 100 Contoh Kalimat Pasif dan Aktif Bahasa Inggris

Simple Future Tense

Simple Future Tense digunakan untuk menyatakan kejadian yang akan terjadi di masa depan, membuat prediksi, menyatakan janji, atau keputusan spontan. Tense ini adalah bentuk dasar untuk membicarakan masa depan dalam bahasa Inggris.

Ketika kamu membuat janji, merencanakan sesuatu, atau memprediksi apa yang akan terjadi, kamu menggunakan Simple Future. Yang menarik adalah tense ini juga digunakan untuk keputusan yang dibuat saat itu juga, seperti ketika kamu tiba-tiba berkata "I'll help you with that" saat melihat temanmu kesulitan.

Rumus Simple Future Tense (Verbal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + will + Verb 1 (bare infinitive) + Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + will + not (won't) + Verb 1 + Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Will + Subject + Verb 1 + Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Verbal:

Positif: The company will launch its innovative product line next quarter.

Negatif: The company will not launch any new products until market conditions improve.

Interogatif: Will the company launch the new service before the end of this year?

Selain will, kamu juga bisa menggunakan be going to untuk menyatakan rencana yang sudah dipersiapkan atau prediksi berdasarkan bukti yang terlihat saat ini.

Rumus Simple Future Tense (Nominal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + will/shall + be + Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + will/shall + not + be + Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Will/Shall + Subject + be + Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Nominal:

Positif: The exhibition will be a wonderful opportunity for emerging artists.

Negatif: The exhibition will not be ready for visitors until all installations are complete.

Interogatif: Will the exhibition be open to the general public this weekend?

Bentuk nominal Simple Future menggambarkan kondisi atau keadaan yang akan ada di masa depan.

BACA JUGA: Contoh Kalimat Simple Future Tense dan Definisinya

Future Continuous Tense

Future Continuous Tense digunakan untuk menggambarkan aktivitas yang akan sedang berlangsung pada waktu tertentu di masa depan, atau untuk menyatakan rencana yang sudah pasti akan dilakukan. Tense ini menekankan bahwa suatu kegiatan akan berada dalam proses pada momen spesifik di masa mendatang.

Bayangkan kamu ingin menjelaskan apa yang akan kamu lakukan pada waktu tertentu besok. Misalnya, "At this time tomorrow, I will be presenting my thesis to the committee" menunjukkan dengan jelas bahwa pada waktu tertentu besok, kamu akan sedang dalam proses presentasi.

Rumus Future Continuous Tense (Verbal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + will + be + Verb-ing (present participle) + Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + will + not + be + Verb-ing + Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Will + Subject + be + Verb-ing + Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Verbal:

Positif: The astronauts will be conducting experiments in the space station throughout December.

Negatif: The astronauts will not be conducting any spacewalks during the maintenance period.

Interogatif: Will the astronauts be conducting research on plant growth in zero gravity?

Tense ini sering digunakan dengan keterangan waktu spesifik seperti at this time tomorrow, at eight o'clock tonight, atau this time next month untuk menunjukkan kapan tepatnya aktivitas akan sedang berlangsung.

Rumus Future Continuous Tense (Nominal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + will + be + Object/Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + will + not + be + Object/Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Will + Subject + be + Object/Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Nominal:

Positif: The graduation ceremony will be an unforgettable moment for all students.

Negatif: The graduation ceremony will not be outdoors if the weather forecast predicts rain.

Interogatif: Will the graduation ceremony be in the main auditorium as planned?

Bentuk nominal Future Continuous menggambarkan kondisi yang akan ada pada waktu tertentu di masa depan.

Future Perfect Tense

Future Perfect Tense digunakan untuk menyatakan aktivitas yang akan sudah selesai pada atau sebelum waktu tertentu di masa depan. Tense ini menunjukkan penyelesaian suatu kegiatan di masa mendatang sebelum momen atau kejadian lain terjadi.

Ketika kamu ingin menyatakan target penyelesaian di masa depan, Future Perfect sangat berguna. Misalnya, "By the end of this semester, I will have completed all my required courses" menunjukkan pencapaian yang akan terwujud pada waktu tertentu di masa depan.

Rumus Future Perfect Tense (Verbal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + will + have + Verb 3 (Past Participle) + Complement.
Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + will + not + have + Verb 3 + Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Will + Subject + have + Verb 3 + Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Verbal:

Positif: The engineers will have constructed the bridge by the end of next year.

Negatif: The engineers will not have constructed the entire infrastructure before winter arrives.

Interogatif: Will the engineers have constructed all the support structures by the deadline?

Kata keterangan waktu seperti by tomorrow, by the end of this year, atau before you arrive sering digunakan untuk menunjukkan batas waktu penyelesaian di masa depan.

Rumus Future Perfect Tense (Nominal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + will + have + been + Verb-3 + Object/Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + will + not + have + been + Object/Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Will + Subject + have + been + Object/Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Nominal:

Positif: By 2030, electric vehicles will have been the primary mode of transportation in major cities.

Negatif: By next decade, fossil fuels will not have been completely replaced by renewable energy.

Interogatif: Will solar energy have been the dominant power source by 2035?

Bentuk nominal Future Perfect menggambarkan kondisi yang akan sudah tercapai pada waktu tertentu di masa depan.

BACA JUGA: 6 Tingkatan Level Dalam Bahasa Inggris, Kamu Sampai Mana?

Future Perfect Continuous Tense

Future Perfect Continuous Tense digunakan untuk menggambarkan aktivitas yang akan sudah berlangsung selama periode waktu tertentu pada momen spesifik di masa depan. Tense ini menekankan durasi suatu kegiatan yang akan terus berlanjut hingga titik waktu tertentu di masa mendatang.

Tense ini sangat spesifik dan biasanya digunakan untuk menunjukkan pencapaian durasi atau milestone tertentu. Misalnya, "By next month, I will have been working at this company for five years" menekankan durasi pekerjaan yang akan tercapai.

Rumus Future Perfect Continuous Tense (Verbal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + will + have + been + Verb-ing (present participle) + Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + will + not + have + been + Verb-ing + Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Will + Subject + have + been + Verb-ing + Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Verbal:

Positif: By graduation day, Emma will have been studying medicine for six intensive years.

Negatif: By graduation day, Emma will not have been studying at this university for more than four years.

Interogatif: Will Emma have been studying medicine for the required duration by next spring?

Tense ini sangat spesifik dan sering digunakan untuk menunjukkan pencapaian durasi tertentu di masa depan, biasanya dengan kata for atau since.

Rumus Future Perfect Continuous Tense (Nominal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + Will/Shall + Have + Been + V-ing + Object/Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + Will/Shall + Not + Have + Been + V-ing + Object/Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Will + Subject + have + been + Verb-3 + Object/Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Nominal:

Positif: By December, the weather will have been getting increasingly colder for three months.

Negatif: By summer, the climate will not have been getting warmer for very long.

Interogatif: Will the temperature have been rising steadily by the time spring arrives?

Bentuk ini jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari namun penting untuk menunjukkan perubahan kondisi berkelanjutan hingga waktu tertentu di masa depan.

Simple Past Future Tense

Simple Past Future Tense digunakan untuk menyatakan kejadian yang akan terjadi di masa depan namun dilihat dari sudut pandang masa lalu. Tense ini sering muncul dalam kalimat tidak langsung atau reported speech ketika kita menceritakan kembali apa yang seseorang katakan atau rencanakan di masa lalu.

Konsep ini mungkin terdengar membingungkan di awal, tapi sebenarnya cukup sederhana. Ketika kamu menceritakan kembali janji atau rencana seseorang dari masa lalu, kamu menggunakan tense ini. Misalnya, "She said she would visit me" adalah cara menceritakan kembali janjinya.

Rumus Simple Past Future Tense (Verbal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + would + Verb 1 (bare infinitive) + Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + would + not (wouldn't) + Verb 1 + Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Would + Subject + Verb 1 + Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Verbal:

Positif: The director announced that the film would premiere at international festivals.

Negatif: The director confirmed that the film would not premiere until post-production was complete.

Interogatif: Did the director mention whether the film would premiere in Cannes?

Tense ini sangat berguna ketika kamu ingin menceritakan rencana, janji, atau prediksi yang dibuat di masa lalu tentang masa depan pada saat itu.

Rumus Simple Past Future Tense (Nominal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + will/shall + be + Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + will/shall + not + be + Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Will/Shall + Subject + be + Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Nominal:

Positif: They believed that the project would be a tremendous success.

Negatif: They believed that the project would not be feasible without additional funding.

Interogatif: Did they think the project would be completed within the budget?

Bentuk nominal menggambarkan kondisi atau keadaan yang diprediksi dari masa lalu.

BACA JUGA: 7 Kesulitan Belajar Bahasa Inggris Paling Umum Ditemui

Past Future Continuous Tense

Past Future Continuous Tense digunakan untuk menggambarkan aktivitas yang seharusnya akan sedang berlangsung di masa depan dari sudut pandang masa lalu, namun sering tidak terlaksana karena berbagai alasan. Tense ini menunjukkan rencana atau harapan tentang proses yang akan terjadi.

Tense ini membantu kamu mengekspresikan ekspektasi atau rencana tentang apa yang seharusnya sedang terjadi, dilihat dari masa lalu. Misalnya, "I thought you would be sleeping when I arrived" menunjukkan ekspektasi yang mungkin tidak sesuai kenyataan.

Rumus Past Future Continuous Tense (Verbal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + would + be + Verb-ing + Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + would + not + be + Verb-ing + Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Would + Subject + be + Verb-ing + Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Verbal:

Positif: He imagined that his team would be celebrating victory at the championship.

Negatif: He never thought that his team would not be competing in the finals.

Interogatif: Did you expect that your team would be playing against the defending champions?

Tense ini sering digunakan dalam cerita atau penjelasan tentang ekspektasi yang tidak sesuai dengan kenyataan di masa lalu.

Rumus Past Future Continuous Tense (Nominal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + will + be + Object/Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + will + not + be + Object/Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Will + Subject + be + Object/Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Nominal:

Positif: We assumed that the ceremony would be taking place in the grand ballroom.

Negatif: We didn't think that the ceremony would be taking place outdoors.

Interogatif: Did anyone know whether the ceremony would be taking place as scheduled?

Bentuk nominal menggambarkan kondisi proses yang diharapkan dari sudut pandang masa lalu.

BACA JUGA:1000 Kata Sifat Bahasa Inggris dan Artinya Dari A-Z

Past Future Perfect Tense

Past Future Perfect Tense digunakan untuk menunjukkan aktivitas yang seharusnya sudah selesai di masa depan jika dilihat dari masa lalu, namun sering tidak terjadi karena kondisi tertentu. Tense ini juga digunakan dalam conditional sentence tipe 3 untuk membicarakan situasi hipotesis di masa lalu.

Tense ini sangat berguna untuk mengekspresikan penyesalan atau membicarakan kemungkinan yang tidak terwujud. Misalnya, "If I had started earlier, I would have finished the project on time" menunjukkan penyesalan tentang sesuatu yang tidak terjadi.

Rumus Past Future Perfect Tense (Verbal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + would + have + Verb 3 (Past Participle) + Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + would + not + have + Verb 3 + Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Would + Subject + have + Verb 3 + Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Verbal:

Positif: With proper planning, the construction team would have completed the building ahead of schedule.

Negatif: Without the budget constraints, the construction team would not have encountered such delays.

Interogatif: Would the construction team have completed the entire project if they had more resources?

Tense ini sangat penting untuk mengekspresikan penyesalan, situasi hipotesis, atau kemungkinan yang tidak terjadi di masa lalu.

Rumus Past Future Perfect Tense (Nominal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + will + have + been + Verb-3 + Object/Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + will + not + have + been + Object/Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Will + Subject + have + been + Object/Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Nominal:

Positif: Under different circumstances, the outcome would have been much more favorable.

Negatif: Under different circumstances, the outcome would not have been so disappointing.

Interogatif: Would the outcome have been different if they had made other choices?

Bentuk nominal menggambarkan kondisi atau hasil yang mungkin terjadi dalam situasi hipotesis.

BACA JUGA: Belajar Bahasa Inggris Otodidak Dengan 15 Langkah Ini!

Past Future Perfect Continuous Tense

Past Future Perfect Continuous Tense digunakan untuk menggambarkan aktivitas yang seharusnya sudah berlangsung selama periode tertentu di masa depan jika dilihat dari masa lalu. Tense ini menekankan durasi suatu kegiatan dalam konteks asumsi atau pengandaian yang tidak terwujud.

Ini adalah tense yang paling kompleks dari semua tenses dan jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Namun, tense ini penting untuk memahami situasi hipotesis yang melibatkan durasi waktu, terutama dalam konteks penyesalan atau refleksi tentang apa yang mungkin terjadi.

Rumus Past Future Perfect Continuous Tense (Verbal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + would + have + been + Verb-ing + Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + would + not + have + been + Verb-ing + Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Would + Subject + have + been + Verb-ing + Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Verbal:

Positif: If circumstances had been different, Professor Johnson would have been teaching at Oxford University for two decades by now.

Negatif: If circumstances had been different, Professor Johnson would not have been teaching at the same institution for so many years.

Interogatif: Would Professor Johnson have been teaching advanced physics if he had accepted the position abroad?

Bentuk ini menunjukkan durasi yang mungkin terjadi dalam situasi alternatif atau hipotesis.

Rumus Past Future Perfect Continuous Tense (Nominal):

Untuk kalimat positif, strukturnya adalah Subject + Will/Shall + Have + Been + V-ing + Object/Complement.

Untuk kalimat negatif, strukturnya adalah Subject + Will/Shall + Not + Have + Been + V-ing + Object/Complement.

Untuk kalimat interogatif, strukturnya adalah Will + Subject + have + been + Verb-3 + Object/Complement + tanda tanya.

Contoh Kalimat Nominal:

Positif: Without the interruption, the research would have been progressing smoothly for several years.

Negatif: Without the interruption, the research would not have been facing such difficulties for long.

Interogatif: Would the research have been advancing more rapidly if the funding had continued?

Tense ini adalah yang paling jarang digunakan namun melengkapi pemahaman tentang sistem tenses dalam bahasa Inggris.

Tempat Kursus Bahasa Inggris Terbaik di Indonesia

Apakah sekarang kamu sudah memahami setiap jenis tenses yang ada dalam bahasa Inggris? Kalau mau mempercepat penguasaan bahasa Inggris, maka kamu wajib ikut kursus. Join kels di salah satu tempat kursus bahasa Inggris terbaik di Indonesia, SUN English! Dilengkapi dengan metode mengajar serta teacher yang berpengalaman, kamu dijamin akan cepat menguasai bahasa Inggris. Selain itu banyak promo menarik yang SUN English tawarkan. Mau tahu apa saja? Tanya ke SUN English SEKARANG!

Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu. Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!

Related Posts


Connect with SUN Education


Enter your details and get a free counselling session with our experts so they can connect you to the right course, country, and university.

Select...

Select...
Select Study Destination...
Select Major...

Select...

By checking this box, you agree to be contacted by SUN Education and its partner universities/collages via email/text message/phone